Ini Penjelasan KPK terkait Uang Transfer kepada “N”

_

KPK nampaknya merasa perlu mengklarifikasi kabar menghebohkan tentang kabar pemberian uang kepada pria berinisial N yang oleh KPK, menyebutkan KPK mentransfer ke rekeningnya, agar N  memberikan keterangan palsu pada kasus Akil Mochtar.

Pemgakuan N dalam video yang tersebar di Youtube mengungapkan KPK memberikan uamg tutup mulut N.a Pihak KPK ungkapkan uang tersebut sebagai bentuk perlindungan KPK terhadap saksi.

“Yang bersangkutan memang dulu mendapat perlindungan dari KPK, pada waktu kasus suap Ketua MK Pak Akil Mochtar. Karena dia dapat perlindungan, yang bersangkutan tidak bekerja jadi dapat transfer upah minimum dari anggaran KPK. Jadi gada penekanan dalam kasus tersebut,” ungkap Ketua KPK, Agus Raharjo, Jumat (19/5/2017).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, Nico alias Mico Panji Tirtayasa, pernah meminta perilindungan keamanan kepada KPK. Karena pada saat itu, lanjut Febri, ada risiko keamanan ketika memberikan kesaksian dalam suap Ketua MK,  yang melibatkan sejumlah kepala daerah.

“Setelah dipertimbangkan banyak hal diputuskan KPK memberikan perlindungan hukum kepada saksi. Ini sesuai dengan pasal 15 huruf a UU 30 Taun 2002 untuk memberikan perlindungan kepada saksi dan pelapor,” beber Febri.

Pemberian uang yang dilakukan oleh pihak KPK disebut,  sebagai biaya penggantian hidup. Yang bersangkutan merupakan kepala keluarga dan saat menjadi saksi yang bersangkutan tidak bekerja.

“Jadi saat itu saksi ditaruh di safe house. Jadi dia tidak  bisa memberikan nafkah pada keluarganya. Sehingga atas aturan yang ada dan ada juga peraturannya di UU Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban(LPSK) maka diberikan bantuan hidup setara umr dia tinggal Rp1,2-Rp1,7 juta,” jelas Febri.

Pemberian uang tersebut akhirnya dihentikan oleh pihak KPK dikarenakan beberapa perjanjian yang ditaken oleh yang bersangkutan dengan pihak KPK telah dilanggar.

“Saksi sulit dihadirkan dipersidangan dan melanggar perjanjian, dimana dia harus datang untuk memberi keterangan. Yang bersangkutan juga audah tidak kooperatif. Kami tidak liat urgensi melindunginya lagi diputuslah mekanisme perlindungan tersebut,” beber Febri.

Munculnya video terjadi pada tahun 2017. “N” alias Mico Panji Tirtayasa. Dalam video berdurasi 2 menit 40 detik dijelaskan bahwa yang bersangkutan mengaku mendapat ancaman dari penyidik KPK, Novel Baswedan, untuk memberikan keterangan palsu pada kasus Akil Moechtar.

Viideo juga menampilkan pengakuan N, yang mengatakan apabila dirinya apabila tidak memberikan keterangan seperti yang diminta oleh penyidik KPK, maka dirinya dan keluarganya akan dipenjarakan.

Dalam video itu pula, ia menunjukkan adanya beberapa kali transfer uang dari Novel sebagai bagian dari perjanjian yang dilakukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Share This: