Ita Purnamasari: Dari Penikmat, Jadi Pebisnis Coklat

Sapta Nirwandar dan Ita Purnamasari (Foto: HW)
_

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah coklat terbesar di dunia. Tetapi biji coklat Indonesia diekspor ke berbagai negara, lalu diproduksi menjadi coklat siap konsumsi, dan negara pembuat coklat olahan itu justru lebih terkenal dari Indonesia.

“Ini memang ironis. Kita yang punya coklat tetapi negara lain yang terkenal. Oleh karena itu, jika ada yang punya keberanian untuk menggarap sektor hilir dari coklat, kita harus dukung,” kata pakar pariwisata Sapta Nirwandar, dalam peluncuran produk coklat IP Chocolate’s di kawasan Kemang Jakarta, Jum’at (11/8/2017) siang.

Memang untuk melawan brand besar yang sudah punya nama, menurut Sapta, diperlukan keberanian dan kegigihan. Tetapi minat masyarakat terhadap coklat olahan tidak tergantungnpada mereknya, melainkan pada resep yang dimiliki oleh pembuatnya.

“Kita lihat saja kopi. Ada bermacam-macam warung kopi di mal-mal, tetapi rasa kopinya berbeda meaki pun bahannya mungkin sama. Jadi kita jangan takut melihat merek-merek terkenal,” tambah Sapta.
IP Chocolate’s merupakan merek coklat milik penyanyi Ita Purnamasari. Istri musikus Dwiki Dharmawan ini memutuskan untuk bisnis di bidang coklat sebagai manifestasinya sebagai penggemar coklat.

“Sejak kecil sama pemakan coklat, dengan rasa apa saja. Setelah dewasa, jadi penyanyi, kegemaran makan coklat itu menjadi-jadi. Kalau ke luar negeri bersama suami, saya selalu membawa oleh-oleh coklat dengan rasa yang beragam,” ke Indonesia.

Keinginannya berbisnis coklat muncul setelah berkenalan dengan wanita bernama Filo Prakoso, pemilik home industri coklat dari Yogya, yang menekuni bisnis pembuatan coklat sejak tahun 2012. Perkenalan itu menghasilkan sinergi untuk menghasilkan produk coklat yang beragam.

Gayung tersambut. Filo menyambut keinginan Ita Purnamasari untuk belajar mengolah coklat dan melahirkan varian-varian baru. Keduanya lalu melibatkan Dinie Katumbiri, perancang busana etnik Roemah Katumbiri Bhanuwati. Hasilnya adalah 5 varian citarasa coklat, masing-masing Dark Chocolate Blueberry, Dark Chocolate Vanilla, White Chocolate Melted, Milk Chocolate Milted dan Milk Chocolate Cashew.

“Walau pun pakai susu dan berasa manis, coklat produksi kita dijamin tidak bikin gemuk. Ada rahasianya lho,” kata Ita.

Share This: