Jadi Pengisi Suara, Peran Baru Reza Rahadian

_

Reza Rahadian merupakan aktor terbaik dan terlaris di Indonesia saat ini. Kualitas aktingnya tak diragukan, dan terbukti telah menghasilkan beberapa penghargaan untuk dirinya. Tidak sedikit film besar di Indonesia telah dibintangi.

Tidak hanya main dalam film drama, di film dokumenter pun ia tak mau ketinggalan, walau wajahnya tak kelihatan dan hanya bekerja di belakang layar. Peran yang diemban kali ini memang bukan sebagai pemeran utama, melainkan hanya menjadi pengisi suara (voice over). Itulah peran yang dimainkan Reza Rahadian dalam film dokumenter berjudul Banda, The Dark Forgotten Trail.

Reza tidak sendirian di belakang layar. Selain dirinya, ada aktor lain yang menjadi pengisi suara, yakni Aryo Bayu yang mengisi suara untuk narasi bahasa Inggris.

“Ternyata cukup sulit, karena saya harus berhadapan dengan gambar demi gambar, tidak ada lawan dialog,” tutur Reza dalam konperensi pers usai pemutaran film Banda The Dark Forgotten Trail. di Plaza Indonesia Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Keterlibatannya dalam film itu bermula dari niatnya untuk bertemu Jay Subiyakto, fotografer yang dikenal pula sebagai sutradara video klip dan penata panggung. Urusan Reza dengan Jay sebenarnya berkaitan dengan pelaksanaan Festival Film Indonesia. Ternyata waktu itu Jay sedang siap-siap pergi ke Banda untuk syuting.

“Aku bilang, ikut dong. Jay bilang lu mau main jadi pohon. Dia mau bikin film dokumenter. Karena aku ingin terlibat, akhirnya ditawarin jadi pembawa narasi. Aku pikir okelah, ini pekejaan baru buat aku. Pengalaman pertama,” kata aktor kelahiran Bogor, 5 Maret 1987 ini.

Reza menyangkal keterlibatannya dalam film ini karena dia keturunan Maluku. “Jadi bukan karena aku Nyong Ambon dan film ini berkisah tentang Pulau Banda yang ada di Maluku. Alasannya ya itu tadi mengapa aku terlibat dalam film ini,” tambah Reza.

Film dokumenter The Dark Forgotten Trail. produksi Lifelike Pictures, menggambarkan tentang situasi dan kondisi di Kepulauan Banda, Naira dan sekitarnya sejak kedatangan kolonial asing dari Eropa, masa kelam ketika terkena dampak kerusuha SARA di Maluku, hingga saat ini. Pulau penghasil buah pala ini sempat menghadapi masa kejayaan hingga terpuruk.

Film berdurasi 80 menit ini rencananya akan diedarkan di bioskop, dan Kmendikbud akan menjadikan tontonan wajib bagi pelajar.

Share This: