Jalan Thambipillay Tempat Asyik Buat Backpacker

_
Husen Cafe, rumah makan yang selalu ramai sejak pagi hingga malam di Jl. Thambipillay. (Foto: HW)

Jalan Thambipillay di kawasan Central, Kuala Lumpur adalah sebuah jalan kecil. Jalan itu tidak jauh dari jalan utama Tun Sambanthan 4 dan Jl. Tengku Abdul Samad.

Meskipun hanya sebuah jalan kecil, Jl. Thambipillay selalu ramai. Mungkin karena letaknya di kawasan Central, kawasan pusat Kuala Lumpur yang selalu ramai.

Bagi backpacker, kawasan Central merupakan tempat yang cocok untuk menetap selama di Kuala Lumpur. Banyak terdapat hotel kelas Melati di sini. Di Jalan Thambipillay saja terdapat 4 hotel kecil, begitu pula dengan jalan-jalan kecil di sekelilingnya.

Selain ramai Jl. Thambipillay memiliki akses yang mudah. Tidak jauh dari jalan ini terdapat mal besar Nu Central, sebuah mal yang sangat lengkap dan terkenal dengan barang-barang murah. Banyak terdapat kafe dengan harga terjangkau.

Di Jl. Thambipilay banyak terdapat hotel dan panji pijat tunanetra. (Foto:HW)

Meskipun tingkat kesejahteraan warga Malaysia jauh lebih baik dibandingkan Indonesia, umumnya harga-harga lebih murah dibandingkan Indonesia. Di mal-mal besar masih bisa didapat makanan seharga kurang dari 4 ringgit (sekitar Rp.15 ribu) dengan menu lumayan bergizi dan terjaga kebersihannya.

Rumah makan di Malaysia memang sangat menjaga kebersihannya. Petugas kesehatan selalu mengotrol secara berkala. Restoran yang kotor, apalagi banyak tikus dan kecoa, akan ditutup.

Hotel-hotel kelas Melati yang bersih dengan AC dan air panas, juga berharga murah. Hotel-hotel kawasan central bisa diperoleh dengan harga RM 70 (70 ringgit atau setara dengan Rp.215 ribu per malam). Hotel itu dipesan melalui situs pemesana hotel. Tetapi tarif normalnya sekitar RM 80 (Rp.250 ribu).

Tentu saja di banyak hotel berbintang di kawasan Central seperti St. Regis, Central, Meridian, Hilton dan lain-lain. Tetapi untuk backpacker, hotel-hotel kelas Melati sudah sangat nyaman.

Central Kuala Lumpur merupakan tempat yang strategis. Di sini terdapat terminal bus ke berbagai tujuan, stasiun monorel, MRT dan Commuter Line, LRT, Kereta Api Ekspres tujuan Bandara Sepang dan tempat-tempat lain di Malaysia, termasuk ke Singapura.

Sebuah wihara yang berada di Jl. Thambipillai. (Foto:HW)

Kembali ke Jl. Thambipillay. Di sinilah tempat yang nyaman untuk menghirup udara malam. Terdapat beberapa tempat makan, baik yang halal maupun untuk non muslim. Yang cukup terkenal dan selalu ramai adalah Husen Cafe yang menyediakan makanan halal.

Menu yang tersedia kebanyakan Malaysia yang bersantan seperti nasi lemak, berbagai jenis kari atau ayam goreng. Selain itu ada masakan India seperti roti Canai dan minuman khas Malaysia, teh tarik.

Bila ingin merasakan masakan Indonesia, dengan menu ala di rumah seperti tumis toge, terong, oyong, ikan kembung balado, sayur tongkol kuah bening atau telur dadar, jalan sedikit menyeberang ke Jl. Padang Belia. Di sini terdapat beberapa rumah makan yang menyedeiakan masakan Indonesia, Melayu, Thailand, India dan Cina. Pokoknya tidak kesulitan mencari makan sesuai selera.

Melewati malam di Jl. Thambipillay cukup menyenangkan. Namun keramaian tidak berlangsung 24 jam. Menjelang tengah malam kedai dan toko-toko mulai tutup, dan buka lagi pagi esok harinya. Ketika pagi rumah-rumah makan kembali ramai. Umumnya orang Malaysia sarapan di rumah makan.

Jl. Thambipillay dekat dengan kawasan orang-orang India. Di Jl. Tun Sambathan, jalan yang bersebelahan dengan Jl. Thambypillai terdapat toko-toko hotel atau kantor milik warga Malaysia keturunan India.
Jl. Thambipillay merupakan pusat pijat dan relaksasi. Tetapi jangan berpikir negatif, dan membayangkan tempat seperti di Jl. Mangga Besar Jakarta. Semua panti pijat di Jl. Thambypillai mempekerjakan para pemijat tunanetra.

Bila menikmati suasana malam sambil minum teh tarik, kopi di Old Town Coffe atau berbagai jenis makanan, jangan kaget bila melihat ada orang yang berteriak sendirian. Itu adalah orang mabuk. Bila malam kita kadang melihat orang yang sedang minum di depan toko yang sudah tutup – kebanyakan lelaki keturunan India – dan mereka akan tidur di emperan toko sampai pagi.

Di Jl. Thambipillay atau di banyak tempat di Malaysia, minuman keras dan judi juga dilegalkan. Tetapi hukum sangat keras bagi mereka yang mengacau atau mengganggu orang lain, bila mabuk. Jadi tidak perlu khawatir bila melihat orang mabuk di pinggir jalan tertentu.

Share This: