Jane Calllista, Dengan Suara Emasnya Memenuhi Kebutuhan Lagu Anak

_

Selama hampir 20 tahun Indonesia tidak memiliki penyanyi anak berkualitas, yang benar-benar memenuhi kebutuhan anak-anak dalam menyanyikan lagu-lagu untuk anak. Terakhir kebutuhan itu diisi oleh Sherina Munaf, tahun 1999, penyanyi cilik bersuara emas.

Jane bersama Purwa Caraka.

Tasya juga sempat mencuat ketika merekam kembali lagu-lagu lama karya AT Mahmud. Tetapi setelah keduanya beranjak dewasa, praktis tidak ada lagi penyanyi anak yang mencuat dengan lagu-lagu anak.

Banyak penyanyi anak, tetapi mereka “dipaksa” membawakan lagu-lagu yang berlirik dan tema untuk remaja atau orang dewasa, terutama dalam ajang lomba menyanyi yang diselenggarakan oleh televisi swasta.

Jane Callista, seorang penyanyi cilik bersuara emas diharapkan bisa mengisi kekosongan itu. Jane, dengan suara ajaibnya tetap bermain di ranah lagu anak, meski pun dengan modal vokal yang dimilikinya, dia bisa aja tampil di area yang melampaui usianya.

Siapakah Jane?

Jane Callista adalah penyanyi anak –anak berusia 10th (lahir 1 Januari 2008 ) dan kini bersekolah di kelas 5 SD. Bagi anak-anak yang sering menongkrongi acara lagu anak “Dubi Dubi Dam” di stasiun televisi RTV, dia adalah presenternya. Jane sudah memandu acara itu sejak 2017 sampai sekarang (sudah lebih dari 150 episode).

“Jane adalah anak yg berbakat. Apalagi dia anak-anak yang menyanyikan lagu anak-anak. Dari sisi suara dia memang yang kami cari. Jane adalah anak yang tidak pernah bilang tidak bisa. Dia selalu tampil dengan performance yang prima. Itu sebabnya kami mempertahankan dia,” kata General Manager Program Production RTV, Pinkan Laluyan.

Jane memang bukan sekedar penyanyi anak biasa. Di hadapan wartawan yang hadir di Papa Ron”s Pizza TVRI Jakarta, Senin (3/12/2018), Jane memperlihatkan kemampuannya yang luar biasa.

Vokalnya bulat, memiliki vibrasi, artikulasi jelas dan mampu mencapai nada-nada tinggi dan rendah. Lagu-lagu berbahasa Inggris juga dilalap dengan mudah, karena siswa sebuah SD ini memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Jane Callista memiliki catatan prestasi akademik. Di antarany Gold medal English Spelling Bee Competition 2018, Silver medal Mathematics Competition 2016, Bronze medal English International Competition ICAS 2016.

Tidak heran jika ia bisa dengan mudah diterima dalam event musik internasional.

Ia menjadi Grand Champion Vocalist Asia Pacific Arts Festival 2018, Cambodia, Main Cast in The Sound of Music original production by London West End, Singapore 2017, dan Foreign Guest Star in International Tencent TV China 2018.

“Dulu kita memiliki Sherina, penyanyi anak yang memiliki range suara yang lebar. Tapi kita berhenti sampai Sherina, kita harus memunculkan penyanyi-penyanyi berbakat lainnya. Jane adalah satu talenta yang harus kita dukung,” kata pemusik Purwa Caraka, pemilik sekolah Purwa Caraka Musik Studio (PCMS).

Jane adalah salah satu siswa di PCMS. Dia mulai berlatih bernyanyi sejak usia dini, hingga menghasilkan catatan prestasi gemilang.

“Dia anak ajaib, energinya tak pernah habis. Interaksi dengan audiens luar biasa. Lagu-lagu sulit dia bisa bawakan dengan baik. Dia anak luar biasa,” puji Purwacaraka.

Menurut kakak kandung penyanyi Tri Utami ini, penyanyi yang memiliki bakat luar biasa seperti Jane,
harusnya mendapat tempat di dunia musik, walau pun dalam dunia rekaman unsur lucky yang tidak bisa diprediksi.

Purwa Caraka menambahkan, talenta seperti yang dimiliki Jane harus jadi inspirasi buat anak-anak din Indonesia.

Purwa tidak menampik sisi negatif seorang anak yang menjadi lebih cepat dewasa dibanding anak-anak seusianya.

“Anak yang seperti ini memang tidak biasa biasa aja.
Tapi anak yang seperti orang dewasa lebih baik daripada orang dewasa yang seperti anak,” kata Purwa

Selain tampil di televisi dan off air, Nominasi Presenter Ramah Anak KPI 2018 ini juga merambah dunia rekaman. Jane akan Meluncurkan album perdananya bertajuk This is Jane, yang secara digital sudah rilis di Oktober 2018.

Dari deretan 8 lagu dalam album ini Jane menulis 4 lagu di antaranya. Lagu yang Jane tulis: Ayo Ceria, Famous, Special, Tiny But Mighty. (1 lagu indonesia, 3 lagu berbahasa Inggris) masing2 bercerita ttg apa yang jane alami / pernah alami.

Pencipta dan aransemen lagu2 lain di album ini adalah Rieka Roslan, Willy Aviantara, Junio Fernandez, Andrew Darmoko, Indra Watulingas. Lagu yang di compose oleh Rieka Roslan berjudul Dunia Kita.

Album This is Jane telah dirilis secara digital bulan Oktober lalu. Saat ini launched officially melalui pers conf dan sudah ready secara fisik.

Untuk Video Clip beberapa telah rilis secara bertahap di youtube sejak Oktober lalu, puji syukur dapat respon dan jumlah viewers yg baik.

Salah satu lagu di album ini, Seperti Bintang adalah remake dari single jane dulu waktu masih usia 6th.
Versi baru lagu karangan Indra Watulingas ini menghadirkan Agus Wisman sebagai sosok ayah yang mendukung cita2 anaknya.

“Kita butuh lagu-lagu anak, karena anak-anak butuh juga lagu-lagu baru untuk menjelaskan tentang lingkungannya. Dan ini lagu-lagu anak yang ngepop, bisa mengisi kekosongan lagu anak-anak,” komentar Purwa Caraka tentang album lagu anak Jane Callista.

Purwa menyanggah anggapan yang mengatakan lirik dan melodi lagu-lagu yang dinyanyikan Jane kurang familiar. Menurutnya, lagu baru kalau sering diperdengarkan akan jadi biasa didengar di kuping.

“Mengapa lagu-lagu dulu akrab karena kita dengarnya itu-itu juga. Kalau lagu-lagunya Jane sering didengar, ya akan terbiasa juga,” tandas Kang Purwa.

Jane memang memikiki suara yang bisa disejajarkan dengan penyanyi opera, atau dalam istilah musiknya asalah “Musik Broadway”, mengacu pada tempat pertunjukkan panggung terkenal di New York, Amerika, Broadway.

“Industrinya musik Broadway memang belum jalan. Tapi kan kalau ada passionya itu kan sebuah modal
Dia berpassion di area yang agak eksklusif,” jelas Purwa.

Di luar aktivitas dan prestasinya yang luar biasa, Jane adalah tetap seorang anak yang sedang tumbuh, meski pun ia menjadi berbeda karena minat dan bakatnya luar biasa, sehingga berpengaruh pula pada aktivitasnya.

“Kita sebagai orangtua melihat minatnya si anaknya. Yang mungkin kapasitasnya bisa dilkukan, kita dorong. Kita juga melihat aktivitasnya,” kata ibu kandung Jane.

Menurut ibunya, Jane sekolah sepertinbiasa. Bukan hone schooling. Di luar sekolah, dia juga berlatih balet, belajar bahasa Inggris dan mengikuti kegiatan lainnya, seperti syuting di televisi.

Jane sendiri mengaku melalukan semua itu dengan senang hati, walau pun waktunya untuk menjalankan kehidupan sebagai anak-anak agak berkurang.

“Kalau dibilang jenuh, suka juga ya. Tapi aku menjalankan semuanya dengan senang hati. Yang penting aku sekolah dari pagi sampe aore. Setelah itu aku belajar dan nyanyi-nyanyi. Kadang aku kan enggak sekolah, jadi belajarnya harus lebih serius lagi,” kata penyanyi cilik yang sudah menyadari bahwa dirinya berbeda dengan anak-anak seusianya ini.

Share This: