Jelang Lebaran, Angkutan Barang Dilarang Melintas

_

Untuk menghindari kemacetan yang terjadi selama arus mudik, menjelang Lebaran 1438 H/2017 M mendatang, Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubdar) melakukan pembatasan angkutan barang

Ada dua kategori pembatasan angkutan barang pada mudik lebaran. Pertama pembatasan angkutan barang lebih dari dua sumbu dengan berat lebih dari 14 ribu kilogram, kemudian kategori kedua kendaraan angkut galian pasir, semen, besi, dan bahan material lainnya.

Untuk kategori pertama dilarang beroperasional di jalan seluruh Jawa dan Lampung mulai dari H-4 sampai dengan H+3 lebaran, sedangkan untuk kategori kedua, dilarang beroperasi khusus jalur di Pulau Jawa mulai dari H-7 sampai dengan H+7 lebaran.

“Tapi ada pengecualian untuk truk bermuatan bahan pokok, truk bermuatan yang mudah busuk, truk bermuatan BBM, ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) peraturan Dirjen Perhubungan Darat,” ungkap Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto di Kementerian Perhubungan Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Hal itu dilakukan untuk mengurai kemacetan, mengingat kendaraan angkut kadang memperlambat kelancaran lalu lintas karena truk-truk angkut kadang membawa barang melebihi kapasitas dan menimbulkan kemacetan. 

Selain itu, Dirjen Hubdar  juga akan melalukan penutupan jembatan timbang pada H-7 sanpai H+7.

“Jembatan timbang akan kita tutup dan akan kita gunakan untuk rest area khusus di luar jalur tol. Sudah kita siapkan hal tersebut beberapa minggu lalu,” paparnya.

Dijen Hubdar juga telah memerintahkan pihak terkait untuk melakukan modifikasi dengan tujuan memberikan tempat yang nyaman untuk beristirahat.

 

Share This: