Jelang Maghrib, Buruh Membubarkan Diri

_

Peringatan Hari Buruh (May Day) (1/5/20170) yang berlangsung di Jakarta berakhir tanpa ada insiden berarti. Di bawah rintik hujan, para buruh akhirnya membubarkan diri dengan tertib, setelah pimpinan unjuk rasa yang berada di mobil “komando” meminta para buruh untuk mundur.

Foto-foto: HW

Masih dalam pengawasan petugas kepolisian, para buruh yang datang dari berbagai tempat di Jabotabek bersama Serikat Pekerja masing-masing, akhirnya balik badan menuju kendaraan yang memabwa mereka datang. Puluhan bus dan kendaraan jenis pick-up yang bertuliskan angkot dari pinggiran Jakarta, banyak yang dicarter oleh para buruh.

Menjelang maghrib, buruh berangsur-angsur meninggalkan Jalan Merdeka Barat dan Merdeka Selatan. Sebagian kecil terlihat berjalan kaki di Jalan Thamrin.

Setelah suasana dipastikan aman, petugas kepolisian yang bertugas mengamanjan unjuk rasa, mulai meninggalkan tempat. Puluhan truk pengangkut pasukan, kendaraan taktis dan watercanon, serta pasukan polisi bermotor meninggalkan kawasan Monas. Sementara itu petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan DKI mulai membersihkan sampah-sampah sisa demo.

Meski jalan sudah dibuka untuk kendaraan umum, namu bua Trans Jakarta belum diijinkan melintas. Sampai pukul 18.45 bua Trans Jakarta belum bisa melewati Jalan Thamrin, mulai dari depan kantor bank Indonesia hingga Jalan Merdeka Barat. Calon penumpang yang sudah berada di halte, belum diijinkan masuk.

Busway yang menuju kota dari Jalan Jenderal Sudirman, dialihkan melalui jalan Kebun Sirih melewati Jalan Abdul Muis. Baru pada pukul 18.50 sebuah busway dari Blok M menuju Kota, masuk. Tetapi petugas di halte belum yakin apakah jalur ke arah atau dari Kota sudah dibuka. Busway itu tetap dijinkan membawa penumpang dan berjalan ke arah Kota.

Dari pantauan balaikita meskipun sempat terjadi pembakaran suar tanda bahaya dan mercon, tetapi tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan. Poliai tetap melarang buruh yang ingin ke Istana Merdeka.

Share This: