Aliansi Masyarakat Tabur Bunga di depan MA

_

Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam aliansi masyarakat sipil, melakukan aksi tabur bunga di atas payung hitam dan putih di depan kantor Mahkamah Agung (MA) Jakarta.

Kegiatan yang dilakukan oleh Ansipol, ICW, IPC, KOPEL, Perludem, KoDe Inisiatif, YAPPIKA, PUSaKO FH Unand, Formappi, National Corupption Care, Indonesia Beragam, ANBTI, IBC, PSHK menjelang putusan PTUN dalam sengketa pimpinan DPD, besok (8/6).

Tujuan aliansi dalahnagar putusan Pengadilan Tata Usaha Negara terhadap sengketa dualisme kepimpinan DPD RI antara Kubu Oesman Sapta Odang dengan Kubu GKR Hemas yang digelar besok (8/6), dapat menjunjung tinggi nilai kejujuran dan objektivitas dalam memutus perkara.

“Bagi kami putusan PTUN besok akan menjadi tonggak sejarah apakah dunia peradilan kita akan menjadi hitam atau putih. Simbol hitam menunjukkan ¬†peradilan kita mati dan pengadilan kita tidak berpihak pada kebenaran, sementara simbol putih menunjukkan pengadilan kita hidup, bersih dan mampu memutus secara adil,” ungkap Koordinatior Lapangan, Donal Fariz saat ditemui di depan Gedung MA, Jakarta, Rabu (7/6/2017).

Dirinya menjelaskan bahwa putusan PTUN terhadap dualisme kepemimpinan DPD besok merupakan pertaruhan dunia peradilan, bukan peradilan antara OSO ataupun Hemas.

“Saya tekankan besok itu, pertaruhan MA itu sendiri untuk menghargai dalam menjalankan putusannya (re: masa jabatan pimpinan DPD),” jelasnya.

Oleh karena itu dirinya pun berpesan agar pihak PTUN besok agar tidak menyerah dengan tekanan-tekanan yang ada, dan dapat memutuskan dengan seadil-adilnya.

Sejumlah alinsi masyarakat sipil hari ini melakukan aksi tabur bunga di atas payung hitam dan payung putih sebagai simbol kekhawatiran matinya keadilan dan penegakkan hukum.

Seperti diketahui, anggota DPD kubu Hemas telah mengajukan permohonan pembatalan sumpah yang dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) terhadap Ketua DPD terpilih Osman Sapta Odang (Oso). Pengajuan pencabutan itu telah menjalani tujuh kali rangkaian sidang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) dan akan mencapai putusan pada 8 Juni esok. 

Share This: