Jelang Tutup “Lotus” Djakarta Theater Diserbu Pembeli

Antrian di gerai Lotus Djakarta Theater, pada Kamis (26/10/2017) siang menjelang penutupan ritel ini pada 31 Oktober 2017 mendatang. (Foto: HW)
_

Pemandangan tak biasa di Toserba Lotus yang terletak di Gedung Djakarta Theater Jakarta. Toserba yang biasanya sepi itu, Kamis (26/10/2016) siang dipenuhi oleh antrian calon pembeli. Namun pembeli tidak diijinkan masuk oleh petugas keamanan dan karyawan. Calon pembeli baru bisa masuk pada pukul 16.00 WIB. Petugas keamanan yang dibantu karyawan mempersilahkan masuk hanya 4 orang setiap setengah menit.

“Saya datang dari jam 12. Lantaran shalat dulu di masjid belakang, jadi enggak kebagian antrian,” kata Lela (bukan nama sebenarnya) wanita berusia 30 tahun yang datang dari Plumpang, Jakarta Utara.

Lela mengaku mendapat info barang-barang yang ada di Lotus akan didiskon besar-besaran karena toserba itu akan ditutup. Dia sengaja datang ke Lotus untuk mendapatkan barang dengan harga miring, setelah berbelanja di Thamrin City.

Yanti, seorang ibu berusia 40 tahun mengaku datang ke Lotus untuk mencari sepatu buat anaknya. Dia berharap mendapatkan sepatu yang murah tapi berkualitas.

“Saya dapat kabar obralan barang-barang Lotus juga dari anak saya. Terus aja saya ke sini. Kebetulan rumah saya deket, di Kampung Bali, Tanah Abang,” kata Yanti.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menutup seluruh gerai Lotus yang tersebar di 5 lokasi pada bulan ini. Keputusan itu merupakan strategi bisnis yang diterapkan perseroan tahun ini.

Selain Lotus, MAPI juga memutuskan untuk menutup departmen store lainnya yang lisensinya berasal dari Inggris yakni Dabenhams. Penutupan Dabenhams tersebut akan dilakukan pada akhir tahun ini.

Head of Corporate Communication MAP, Fetty Kwartati kepada media mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perubahan tren ritel secara global. Apalagi perubahan gaya berbelanja dari offline ke online mulai merambah Indonesia

“Di seluruh dunia, tren berbelanja generasi millenial telah beralih dari department store, dan memilih untuk berbelanja di gerai specialty store. Hal ini juga terjadi tidak terkecuali di Indonesia. Sejalan dengan tren pasar saat ini, MAP akan terus berinvestasi pada bisnis Active, Fashion dan Food & Beverage. Indonesia juga melihat pertumbuhan signifikan industri e-commerce yang berdampak pada offline store,” kata Fetty sebagaimana dikutip detik.com dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/10/2017).

Fetty melanjutkan, menanggapi transisi digital itu, pihaknya juga telah meluncurkan gerai online, Map Emall. Perseroan akan fokus mengembangkan bisnis O2O tersebut.

Share This: