Jelang Tutup: Semakin Sore Antrian di “Lotus” Djakarta Theater Makin Panjang

Antrian di Lotus Jl. MH. Thamrin masih panjang sampai pukul 19.00 WIB, sejak siang. (Foto: HW)
_

Semangat calon pembeli di toko ritel Lotus Djakarta Theater, Jl. Thamrin Jakarta tak juga surut. Mereka tetap mengantri dengan tertib sejak sore, meski pun toko sempat ditutup pada pukuk 16.30 dan baru dibuka pada pukuk 18.30 – 19.30, Kamis (26/10/2016).

Calon pembeli berdiri memanjang di emplasemen yang terdapat di depan kaca toko. Antrian mencapai kira-kira 30 meter, terdiri dari lima lapis. Penantri adalah calon pembeli yang tidak bisa masuk siang hari, karena toko keburu ditutup oleh petugas keamanan.

Beberapa calon pembeli penasaran melihat ke dalam toko melalui kaca karena sebagian rak sudah kosong, dan karyawan terlihat memasukan barang-barang ke dalam karung. Kendati demikian, antrian tak berkurang.

Menjelang pukul 18.30, sebagian pengantri yang sudah berdiri cukup lama mulai berteriak-teriak meminta pintu dibuka. Ancaman petugas yang mengatakan tidak akan membuka pintu bila pengantri tidak tertib, dibalas dengan sorakan.

Tepat pukul 18.30 petugas membuka pintu. Calon pembeli yang akan masuk dibatasi setiap dua orang, untuk menjaga ketertiban. Sampai pukul 19.00 antrian terlihat masih panjang, walau tinggal separuh dari sebelumnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menutup seluruh gerai Lotus yang tersebar di 5 lokasi pada bulan ini. Keputusan itu merupakan strategi bisnis yang diterapkan perseroan tahun ini.

Selain Lotus, MAPI juga memutuskan untuk menutup departmen store lainnya yang lisensinya berasal dari Inggris yakni Dabenhams. Penutupan Dabenhams tersebut akan dilakukan pada akhir tahun ini.
Head of Corporate Communication MAP, Fetty Kwartati kepada media mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan perubahan tren ritel secara global. Apalagi perubahan gaya berbelanja dari offline ke online mulai merambah Indonesia

“Di seluruh dunia, tren berbelanja generasi millenial telah beralih dari department store, dan memilih untuk berbelanja di gerai specialty store. Hal ini juga terjadi tidak terkecuali di Indonesia. Sejalan dengan tren pasar saat ini, MAP akan terus berinvestasi pada bisnis Active, Fashion dan Food & Beverage. Indonesia juga melihat pertumbuhan signifikan industri e-commerce yang berdampak pada offline store,” kata Fetty sebagaimana dikutip detik.com dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/10/2017).

Fetty melanjutkan, menanggapi transisi digital itu, pihaknya juga telah meluncurkan gerai online, Map Emall. Perseroan akan fokus mengembangkan bisnis O2O tersebut.

 

Share This: