Joko Anwar Akhirnya Dapat “Pengabdi Setan”

Joko Anwar (Foto: HW)
_

Pengabdi Setan merupakan Film Nasional yang dirilis pada tahun 1980, disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra, dnegan bintang utama Ruth Pellupesi, WC Muchtar dan Simon Cader. Film ini pada masanya dikenal sebagai salah satu dari beberapa film horor awal yang menggantikan tema horor yang diwarnai kepercayaan Kristen atau Buddha dengan kepercayaan Islam.

Film ini juga sangat terkenal pada masanya bahkan sampai di dunia internasional, serta sempat dirilis dalam berbagai format seperti VHS dan kemudian DVD di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.

“Ini merupakan film favorit saya waktu kecil. Yang bikin saya kepingin membuat film adaah film ini, Pengabdi Setan. Waktu kecil kenikmatan menonton ada ketika menonton film ini. Sekarang saya ingin memberikan efek yang sama kepada penonton,”kata sutradara Joko Anwar.

Joko beruntung, karena ia mendapatkan pekerjaan untuk membuat film yang pernah membuatnya tergila-gila ketika kecil. Oleh PT Rapi Fim, produser yang membuat film itu beberapa puluh tahun lalu, Jojo diberi kepercayaan untuk membuat film dengan judul yang sama: Pengabdi Setan.

Untuk film terbarunya ini Joko Anwar kembali merekrut Tarra Basro, artis yang pernah menjadi bintang utama filmmya, A Copy of My Mind, lalu ada Asmara Abigail, Dimas Aditya, Arsendi Nasution dan beberapa nama lainnya. Di film yang akan dibuatnya Joko tidak hanya menyutradarai, tetapi sekaligus menuliskan skenarionya.

“Aku kepingin banget bisa bikin film hanya menyutradarai, tetapi belum ketemu penulis yang pas. Aku sih terbuka kalau tiba-tiba ada yang ngasih skrip yang bagus. Enggak harus nulis, karna menulis itu mengeluarkan energi banget. Nulis ini aja aku ditemanin sama temanku produser namanya Riza Lubis, selama dua bulan,” kilah Joko di kantor Rapi Film, Jl. Cikini II Jakarta Pusat, Jum’at (21/4/2017).

Tentu saja yang akan dibuatnya tidak sama persis dengan film arahan Sisworo Gautama pada tahun 1980. Joko ingin memberikan sesuatu yang berbeda kepada penontonnya.

“Harus ada beberapa karakter yang kita sesuaikan,tetapi ada beberapa karakter yang harus kita sesuaikan,” kata Joko. “Kalau yang pertama ceritanya enggak dijelaskan kenapa ibunya kembali ke rumah. Nah ini ada side storynya, jadi diceritakan.

Film ini rencananya akan dikerjakan seluruhnya di tanah air, mulai dari sound hingga efek. Tetapi Joko akan menghindari penggunaan CGI (Computer Grafic Integrated), agar kesan seram yang ditimbulkan terasa lebih natural.

“Kalau kita kebanyakan untuk film Pengabdi Setan ini menggunkan practikal effect, kalau ada luka kita efek bikin luka beneran, tidak pake CGI, supaya seramnya lebih organik. Kita pakai tes make-upnya sama beberapa minggu,” katanya.

Keputusan Joko Anwar membuat film horor memang agak mengagetkan. Karena genre horor selama ini dianggap sebagai genre paria dalam perfilman nasional, meski pun banyak film nasional yang berhasil di pasaran. Bahkan film Jelangkung karua Jose Purnomo, merupakan salah satu film yang menjadi lokomotif kebangkitan film Indonesia.

Saat ini film Danur karya Awi Suryadi bahkan sudah mencapai angkat 2,5 juta penonton. Sebuah pencapaian yang luar biasa dari genre horor. Kemungkinan penoton Danur akan terus bertambah, karena masih tetap bertengger di bioskop. Di beberapa tempat Danur bahkan mampu bersaing dengan Fast and Furiour-8 yang saat ini sedang menggila di bioskop.

“Saya rasa sukses itu karena kualtias Danur bagus. Orang sudah lama ingin menonton film horor yang baik, karena banyak sekali pencinta genre horor di Indonesia. Tapi melihat film berkualitas kan baru sekarang,” kata Joko mengomentari keberhasilan Danur.

Bagi Joko sendiri mendapat kesempatan menyutradarai film horor buakan suatu kebetulan. Ia mengaku sudah lama terobsesi untuk membuat remix Pengabdi Setan, dan berkali-kali minta kepada Gope Samtani dari Rapi Film untuk diberi kesempatan.

“Di kepalaku udah lama keinginan itu muncul, sepuluh tahun lebih. Dulu waktu nonton Pengabdi Setan jadi kepingin bikin film horor, setelah bikin film, aku jadi kepingin film Pengabdi Setan. Aku ketemu Pak Gope dan Pak Sunil di mana-mana di festival, aku minta, dan baru dikasih sepuluh tahun kemudian,” paparnya.

Bikin film horor, kata sutradara terbaik FFI 2015 ini, harus menakutkan bagi penonton, tetapi bukan hanya hanya kengerian. Tetapi karakter dalam fim itu pun harus menarik.

Share This: