Jubir Kemenparekraf Prabu Revolusi : Berita Sekarang Inklusif

_

Perjalanan Prabu Revolusi sebagai jurnalis senior di televisi, agaknya sudah berakhir. Sejak sebulan terakhir ini Prabu mengabdikan dirinya untuk pekerjaan pemerintah, tepatnya di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) / Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf). Oleh kementerian, dia ditunjuk menjadi juru bicara. Jadi hal apa saja yang menyangkut kementerian, sejauh bukan rahasia negara, bisa ditanyakan kepada lelaki kelahiran Bandung, Indonesia, 16 Juni 1980 ini.

Prabu yang hadir dalam acara bertajuk “Jurnalisme Pariwisata di Era New Normal” yang berlangsung di Hotel Milenium, Tanah Abang Jakarta, Jum’at (20/11/2020) menjelaskan, keberadaannya di Kemenparekraf karena diminta oleh Menparekraf Wishnutama dan Sesmenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani, untuk membantu kementerian.

“Pak Menteri bilang, kemarin kan kamu mengabdi untuk televisi, sekarang mengabdi untuk negaralah. Saya setuju. Saya pikir kalau kerja di Kementerian bisa pulang sore, bisa main sama anak-anak. Ternyata susah juga. Saya sering sampai malam pulang ke rumah,” kata Prabu didampingi oleh Kepala Biro Komlik Kemenparekraf Agustini Rahayu dan Kepala Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) Johan Sompotan.

Baru sebulan lebih bekerja di Kementerian, ternyata berat bada Prabu malah turun. “Ini udah turun dua kilogram. Jadi kalau mau diet bolehlah kerja di pemerintahan,” katanya.

Dalam perkenalannya kepada forum wartawan pariwisata, Prabu memaparkan tentang terjadinya perubahan besar dalam dunia jurnalistik. Platform media saat sangat mengutamakan kecepatan, sehingga media yang lambat mengabarkan, akan ketinggalan.

“Dulu kita meliput dulu, diolah di redaksi, baru disiarkan. Itu butuh proses yang cukup lama. Sekarang sambil meliput di lapangan, sudah bisa langsung disiarkan,” katanya.

Di masa pandemi covid ini tantangan jurnalis lebih berat, karena tidak ada lagi narasumber yang bisa ditemui. Oleh karena itu wawancara secara teks (tertulis) sudah bisa dijadikan bahan untuk menurunkan berita.

Selain itu, kemajuan teknologi juga membuat berita tidak bisa eksklusif lagi. Sebab begitu disiarkan,  sudah banyak yang langsung mengutip.

“Jadi semua berita sekarang sifatnya inklusif. Jadi tergantung siapa yang lebih cepat memberitakan,” tambahnya.

Prabunindya Revta Revolusi atau lebih dikenal dengan nama Prabu Revolusi  (lahir di Bandung, Indonesia, 16 Juni 1980; umur 40 tahun) adalah pembawa acara berita berkebangsaan Indonesia. Sejak 25 Juni 2015, Prabu yang sebelumnya bergabung dengan Metro TV, akhirnya bergabung di CNN Indonesia sebagai Senior News Anchor dan Head of Anchors.

Di CNN Indonesia, Ia membawakan program CNN Indonesia Good Morning yang juga tayang di Trans TV. Prabu merupakan suami dari aktris Zee Zee Shahab. Ia sekarang mengajar Ilmu Komunikasi di Universitas Paramadina.

“Oktober lalu saya istirahat dari CNN . Lalu ada telepon dari Menteri dan Ibu Giri (Wamen) yang ingin ikut terlibat di dalam kementerian,” ungkap lelaki yang telah bekerja selama 17 tahun di televisi ini.

Share This: