Kanker Payudara, Sarah Minta Dijenguk Bupati Pandeglang dan Gubernur Banten

_

Seorang nenek berusia 71 tahun,  warga Kampung Barabay, Babarsari, Kecamatan Jiput, Pandeglang-Banten, hanya bisa terduduk sambil merasakan sakit.

Sudah dua tahun ia mengidap penyakit kanker payudara. “Sakit. Enggak bisa dibilang sakitnya seperti apa,” kata nenek Sarah, ketika ditemui di rumahnya, Kamis (25/7/2019).

Kanker payudara sudah demikian hebat menyerang payudaranya, sehingga menyembul ke luar tak bisa ditutupi.

Saat ini nenek Sarah tinggal berdua dengan anaknya, Sariman yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu.Sariman  juga sering sakit-sakitan.

“Sampai saat ini ibu belum pernah sama sekali mendapat ditanganin. Dulu pernah kepala desa datang,  namun tidak ada kabarnya sampai sekarang,” kata Sariman.

Selama dua tahun nenek Sarah hanya bisa berdoa di dalam hati. Dia berharap semoga ada orang baik yang mau membantunya.

Sariman berharap ibunya saya cepat sembuh, tetapi dia tidak tahu bagaimana mencari biaya untuk berobat.

“Dari mana uangbya buat berobat,  buat makan aja sulit. Kadang kami saja makan satu hari satu kali,kalo ada yang mau bantu kami saya sangat amat bersyukur,” ujar Sariman.

Sarah berharap pemerintah Kabupaten Pandeglang khususnya Bupati bisa datang melihat kondisinya.

“Syukur-syukur Bapak Gubernur Banten bisa hadir sehingga bisa membantu saya,” katanya lirih.

Saat ini Nenek Sarah sedang diurus oleh relawan kesehatan bernama Robi. Menurut Robi,  dirinya merasa iba melihat kondisi nenek Sarah.

“Saya sudah coba kordinasi dengan Kepala desa, TKSK dan PKM terdekat namun belum ada balasan. Saya berharap kita semua masyarakat Pandeglang bahu membahu untuk membantu sodara kita yang terkena penyakit tersebut , bayangkan jika kondisi itu di alami oleh kita sungguh amat sakit,” papar Robi.

Share This: