Kapolri Bentuk Satgas Pangan Jelang Ramadhan

_

Maslah klasik yang selalu timbul menjelang lebaran adalah menghilangnya beberapa jenis komoditas pangan penting dari pasaran, karena ada spekulan yang mencari untuk sepihak dengan menimbun barang.

Untuk mengantisipasi hal itu, enjelang Ramadhan 1438 Hijriah ini, Kapolri membentuk Satgas Pangan yang khusus mengatasi mengatasi masalah pendistribusian bahan pangan pokok.

“Dari rapat koordinasi ketersediaan pangan untuk Rmadhan dan lebaran, cukup baik.  Persoalannya pada rantai distribusi; adanya spekulan, pemain, dan monopoli. Ini yang terjadi di lapangan. Untuk menangani masalah itu, kami bekerjasama dengan Kemendagri, Mentan, Bulog, dan sejumlah pihak terkait, untuk membentuk satgas khusus ini,” ungkap Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian di Mabes Polri Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Menurut Kapolri, menjelang Ramadhan, dirinya telah melakukan pemantauan di sejumlah titik distribusi yang dianggap rawan. Ia berjani akan melakukan tindakan tegas jika ditemukan adanya kelompok yang melakukan monopoli pendistribusian bahan pokok, khususnya cabai, beras, daging dan bawang yang pada Ramadhan tahun lalu mengalami lonjakan harga 100 hingga 200 persen.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf yang hadir di Mabes Polri juga menyatakan,  bersama satgas pangan polisi akan pemantauan rantai distribusi.

“Jadi, kalau ada yang coba tindakan pidana kami bersama polri akan tindak tegas sesuai arahan presiden. Kami ingin harga relatif stabil,” tandasnya.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memastikan jelang Ramadhan 1438 H, tidak akan terjadi kelangkaan bahan pangan seperti tahun sebelumnya pasalnya ketersediaan bahan pangan untuk tahun ini mencukupi dibanding tahun lalu.

“Kita jamin stok 2,2 juta ton lebih di Bulog buat beras, stok Gula kita di Bulog ada 400.000 ton dengan harga Rp11.300-Rp11.900. Stok kita dan harga harus stabil sesuai perintah presiden,” beber Mentan.

Share This: