Karangan Bunga Penuhi Halaman PTUN Jakarta

_

Kawal kasus gugatan perkara permohonan pembatalan sumpah yang dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) terhadap Ketua DPD terpilih Osman Sapta Odang (Oso), beberapa aliansi kemasyarakatan mengirimkan karangan bunga ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Terlihat berjejernya karangan bunga yang memenuhi halaman PTUN Jakarta yang diberikan oleh beberapa aliansi kemasyarakatan menjadi tujuan utama dalam langkah mengawal putusan peradilan yang dijadwalkan pada tanggal 8 besok.

Dijelaskan oleh Irwan, salah satu koordinator Irwan Duse menjelaskan pengiriman karangan bunga hari ini ke PTUN Jakarta, yang dilakukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), Kode Insiatif Perludem Indonesia Parliament Center (IPC), Formappi, Ansipol, GPPI, LPI KOPEL, YAPPIKA, Lakpesdm, NU Jakarta APHI, National Corruption Care, PBHI, AAMI tidak untuk memengaruhi keputusan hakim, tetapi lebih berupa support moral agar hakim ptun dapat merdeka, independen dan adil dalam memutus perkara dimaksud. 

Bagi pihak Indonesia Corruption Watch (ICW) menjelaskan bahwa, pengiriman bunga yang dilakukan oleh ICW merupakan sebuah pesan agar Hakim tidak takut dalam memutuskan hasil perkara gugatan.

“Itu pesan agar hakim tidak takut oleh tekanan siapapun dalam memutus perkara, sekalipun berhadapan dengan institusinya,” ungkap anggota ICW, Donald saat dikonfirmasi balaikita.com, di Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Beberapa Karangan Bunga yang dikirim oleh beberapa organisasi kemasyarakatan dalam mengawal putusan pengadilan terkait kisruh pimpinan DPD

Dijelaskan olehnya pula bahwa, karangan bunga yang juga berasal dari berbagai masyarakat tersebut menjadi pesan bagi pengadilan agar jujur dan objektif dalam memutus perkara gugatan keabsahan pelantikan Ketua DPD RI 2017-2020, Oesman Sapta Odang (OSO).

“Kami menilai berdasarkan fakta hukum yang objektif, pelantikan Oso tidak sah krna bertentangan dengan Putusan Mahkamah Agung,” tukasnya.

Disisi lain, Direktur Indonesia Parliament Cendtre (IPC), Ahmad Hanafi menjelaskan terkait dengan pengiriman karangan bunga ke PTUN itu bertujuan untuk memberikan semangat, dukungan, dan pesan moral agra hakim PTUN tetap berpijak pada kebenaran dan keadilan serta independen dan objektif dalam memutus perkara ini.

“Kami tidak menginginkan adanya intervensi baik secara structural maupun dari pihak lain yang sedang berperkara. Semua hal ini penting untuk kita jaga bersama, dan menjadi perhatian kami mengingat putusan PTUN terhadap perkara fiktif positif tersebut berdampak terhadap masa depan demokrasi dan penegakan hukum di Indoensia, tetapi kami tetap percaya bahwa bahwa hakim PTUN masih memiliki hati dan pikiran yang jernih serta mampu membeaskan diri dari tekanan pihak manapun dalam memutus perkara ini,” jelasnya.

Seperti diketahui, anggota DPD kubu Hemas telah mengajukan permohonan pembatalan sumpah yang dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) terhadap Ketua DPD terpilih Osman Sapta Odang (Oso). Pengajuan pencabutan itu telah menjalani tujuh kali rangkaian sidang di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) dan akan mencapai putusan pada 8 Juni 2017 mendatang.

Anggota DPD kubu Hemas pun mengaku akan taat pada putusan hakim yang akan segera dibacakan pada 8 Juni mendatang. Ia akan membiarkan masyarakat menilai terkait kengurusan DPD yang sah.

Share This: