Kartini di Mata Gita Gutawa

Gita Gutawa (Foto: HW)
_

Topik tentang pahlawan emansipasi dari Jepara, RA Kartini, biasanya baru bermunculan menjelang atau pada saat perayaan hari Kartini yang akan jatuh pada tanggal 21 April. Masih cukup jauh dari saat ini.

Namun ada alasannya jika penyanyi berbakat Gita Gutawa berbicara tentang Kartini saat ini. Karena Gita baru saja diminta untuk membawakan lagu berjudul Memang Kenapa Bila Aku Perempuan yang menjadi soundtrack film Kartini karya Hanung Bramantyo. Lagu itu sendiri diciptakan oleh Ratu Soundtrack Indonesia, Melly Goeslaw.

Gita Gutawa dan Melly Goeslaw (Foto: HW)

“Kalau aku mengingat lagi kartini, pastinya aku bersyukur. Karena aku sebagai perempuan mempunyai kesempatan banyak sekali jika dibandingkan denan era Kartini dulu,” kata Gita di Jakarta, Selasa (21/3) sore.

Kartini menurut puteri musisi Erwin Gutawa ini, tidak hanya sebagai simbol perempuan, tetapi lebih sebagai symbol harapan. Kartini dikenal sebagai emansipasi wanita. Tapi yang paling menginspirasi adalah bagaimana Kartini menggapai cita-citanya, mendobrak sesuatu yang tadinya tidak mungkin untuk diraih, sampai akhirnya dia berhasil memperjuangkan untuk dirinya sendiri.

“Buat aku, mungkin Kartini jaman sekarang, kita harus menerapkan ini. Kita harus belajar dari Kartini. Kita bisa menerapkan dengan cara berbagai macam. Jadi banyak sekali Kartini Kartini muda yang berprestasi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ada yang lewat pendidikan, musik, art atau olahraga yang tadinya hanya satu arena yang hanya bisa dilakukan oleh lelaki,” paparnya.

Gita Gutawa merupakan contoh Kartini muda itu sendiri. Dia dengan gigih berjuang mengembangkan bakat dan kemampuannya, tanpa meninggalkan proses yang harus dilalui oleh setiap manusia muda: belajar.

Gita Gutawa telah mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Birmingham University, Inggris dan bisa melanjutkan S2-nya dengan gratis di London School of Economics and Political Science, LSE Inggris. Setelah lulus menyelesaikan gelar S1, Gita Gutawa mendapatkan tawaran melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Inggris, melalui beasiswa.

Aluna Sagita Gutawa, nama lengkapnya, lahir di Jakarta, 11 Agustus 1993  dikenal sebagai seorang penyanyi engan jenis suara sopran. Gita juga menulis lagu sendiri dan bermain film.

Meskipun pada awalnya sempat belajar pianto, Gita kemudian beralih ke vokal. Bakatnya ditemukan pada tahun 2004 saat ia sedang berlatih vokal, kemudian diminta untuk berduet dengan ADA Band. Setelah merilis album duet Surga Cinta pada tahun 2005, yang terjual sebanyak 800.000 kopi, Gita ditawari oleh Sony Music Indonesia untuk merekam album solo.

Keberhasilan album solo pertamanya, yang bertajuk Gita Gutawa, menyebabkan banyaknya tawaran akting dan penampilan media yang datang kepadanya. Sejak merilis album debutnya, ia telah menelurkan dua album, yakni Harmoni Cinta pada 2009 dan album religi Balada Shalawat pada 2010. Sebagai aktris, ia telah membintangi dua sinetron, yaitu Ajari Aku Cinta dan Ajari Lagi Aku Cinta. Gita juga turut menjadi pengisi suara dalam film animasi Meraih Mimpi, dan merintis debut akting filmnya dalam film Love in Perth pada tahun 2010.

Meski pun sukses dalam karier – ia telah meraih berbagai penghargaan dari dunia musik — di antaranya Pendatang Baru Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia 2008 dan menjuarai Festival Lagu Internasional Nile Children ke-6 di Kairo – Gita tidak lupa diri. Dia tetap menjadi anak yang manis, humble dan mengutamakan pendidikan di atas kariernya

“Itu yang bisa aku pelajari dari Kartini. Tapi kalau bicara era sekarang pastinya perempuan masih harus saling belajar dari satu sama lain. Kadang kita butuh diingatkan apa artinya seorang perempuan. Bagaimana role kita sebagai perempuan apa yang bisa kita sumbangkan dari kekurangan dan kelebihan kita,” ujar Gita, kemarin.

 

Share This: