Kasus dugaan korupsi E-KTP KPK Periksa 280 saksi

Jubir KPK, Febri Diansyah. Foto: isra berlian
_

JAKARTA, BALAIKITA.COM– Terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) periode 2011-2012, Komisi Pemberantasan Korupsi telah periksa 280 saksi untuk tersangka mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Sugiharto dan Dirjen Dukcapil Irman.

“Sampai saat ini saksi yang sudah diperiksa sejunlah sekitar 280 saksi untuk kedua tersangka, termasuk diantaranya ada 15 anggota DPR yang telah diperiksa, 15 orang ini dari total 23 anggota DPR yang dipanggil oleh KPK diperiksa, jadi sebagian tidak datang, karena berbagai alasan,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/2/2017).

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa, pemeriksaan kepada 15 anggota DPR tersebut mengkonfirmasi beberapa hal mulai dari pertemuan pertemuan yang terjadi apa itu di kantor DPR atau di tempat lain, proses pembahasan anggaran terkait proyek ini sampai dengan indikasi adanya aliran dana terhadap sejumlah anggota DPR tersebut.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa terkait dengan adanya indikasi aliran dana, penyidik mendapat bahwa ada aliran dana terkait proyek e-KTP ini dan beberapa bukti-bukti yang lain.

“Secara variatif kita tanyakan 3 hal tadi, walaupun tidak semua anggota DPR yang diperiksa secara otomatis mereka diduga menerima aliran dana, tapi kami mengonfirmasi dalam proses penyidikan bisa saja kita melakukan pemeriksaan saksi a misalnya pada saat itu mengetahui bahwa rekan kerjanya atau koleganya menerima aliran dana, jadi pertanyaan yang kita ajukan terkait alliran dana salah satunya kita ajukan kepada anggota DPR RI tersebut,” lanjutnya.

Dalam proses penyelidikan kasus ini, KPK telah menerima penyerahan uang sebesar Rp 250 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Penyerahan uang tersebut berasal dari berbagai pihak yang terlibat dalam proyek pengadaan.

“Total uang yang telah dikembalikan kepada penyidik sampai dengan hari ini adalah 250 miliar, sumber pengembalian berasal dari korporasi ada vendor yang mengembalikan namun ada juga perorangan perorangan yang mengembalikan uang tersebut, jadi totalnya Rp250 miliar,” bebernya.

Untuk pengembalian uang dengan total Rp250 Miliar ini pihaknya juga tidak bisa menyebutkan siapa saja anggota DPR RI yang diduga menerima aliran dana dan siapa saja yang sudah mengembalikan dana tersebut yang totalnya Rp250 miliar.

“Dalam waktu dekat hal itu akan dibuka pada proses persidangan yang semoga dapat kita lakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama, saat ini tahap 1 sudah dilakukan ,dan selanjutnya tahap kedua, kemudian sampai pada pengagendaan sidang dan pembacaan dakwaan pada sidang yang pertama,” lanjutnya.

Dirinya juga menghimbau  bagi pihak pihak yang menerima uang, atau diduga menerima uang terkait proyek ini untuk segera mengembalikan uang tersebut kepada KPK.

 

Share This: