Ke Barcelona Dwiki Darmawan Mengulik Jazz

_

Bagi penggemar sepakbola sejagat, Barcelona, kota indah yang terletak di Catalan, Spanyol, adalah tempat bermarkas klub sepakbola terkenal Barcelona FC, di klub mana legenda hidup sepakbola Leonel Messi, bersama rekannya Luiz Suarez dan Neymar, merumput.

Selain sepakbola, Barcelona juga memiliki seniman-seniman musik kelas dunia. Tidak heran jika musikus jazz Indonesia Dwiki Darmawan, saat ini sedang berada di kota yang cantik itu untuk mengerjakan sebuah proyek rekaman, bersama musisi setempat.

Dwiki Dharmawan menjelang bulan suci Ramadan ini tengah menjalani tahapan proses penuntasan sebanyak sekaligus dua album terbaru bertempat di studio rekaman La Casa Murada, Catalunya, Spanyol.
“Targetnya saya adalah masuk ke market international melanjutkan karya global sebelumnya,” kata Dwiki melalui pesan Whatsapp kepada balaikita, ketika dihubungi Sabtu (20/5/2017) malam waktu Indonesia.
Melengkapi segalanya di album pertama yang disiapkan di recording studio milik Jesus Rivora, pemusik Spanyol yang dikenal juga sebagai sound engineer, dikatakan Dwiki bahwa secara keseluruhan musiknya disiapkan lengkap segala komposisinya.

Untuk album yang dikerjakan di Barcelona, Spanyol itu, Dwiki melengkapkan diri dengan bermain instrumen Rhodes/Moog & Percussions, dan mengajak gabung gitaris asal Jerman, Marcus Reuter dan penyanyi jazz eksperimental, Boris Savoldelli.

“Ide pembuatan album ini dari saya dan Leonardo Pavkovics dari MoonJune Records New York. Nantinya akan diedarkan secara digital, bisa didownload, streaming, Dissk CD dan Vinyl (Piringan Hitam),” ungkap Dwiki.

Jika tidak ada halangan, Dwiky dan beberapa pemusik yang terlibat dalam album itu juga akan menggelar konser di Indonesia, kelak.
“Rencananya bulan Agustus 2017 kami akan mengadakan pertunjukkan di Jazz Traffic Surabaya, Jogya dan Solo,” kata suami dari penyanyi Ita Purnamasari itu.

Aktif, produktif.

Di usianya yang sudah matang ini, Dwiki Dharmawan, kelahiran Bandung, Jawa Barat 19 Agustus 1966, adalah seorang pemusik jazz asal Indonesia yang tetap aktif dan produktif. Dwiki merupakan salah satu anggota grup musik Krakatau.

Sejak kecil Dwiki telah akrab dengan musik. Pada usia 6 tahun, ia telah belajar piano klasik dan belajar piano jazz kepada Elfa Secioria pada usia 13 tahun. Ia adalah lulusan SMA 3 Bandung Jurusan IPS, angkatan 1985.

Karier profesionalnya bermula pada tahun 1985 saat bergabung dengan grup musik Krakatau bersama Pra Budi Dharma, Donny Suhendra, dan Budhy Haryono, kemudian Gilang Ramadhan dan Trie Utami.
Pada tahun yang sama, Dwiki meraih penghargaan ‘The Best Keyboard Player’ pada Yamaha Light Music Contest 1985 di Tokyo, Jepang. Dwiki juga meraih Grand Prize Winner pada Asia Song Festival 2000 di Philipina.

Pada tahun 1990, Dwiki memutuskan untuk menekuni berbagai musik tradisi Indonesia, dimulai dengan eksplorasinya dengan musik Sunda, tanah kelahirannya dan kemudian merilis album Mystical Mist serta Magical Match. Dwiki juga bereksplorasi dengan berbagai kekayaan tradisi mulai dari Aceh, Melayu, Jawa, Bali, dan musik-musik Indonesia Timur.

Pada tahun 2005, Dwiki menjadi co-music director untuk pagelaran musik spektakular Megalithicum Quantum di Jakarta dan Bali.

Bersama Krakatau, Dwiki telah melanglang buana ke berbagai benua, di antaranya, Midem-Cannes 2000 Perancis, Sziget Festival 2003 – Hongaria, Lincoln Center Out of Door Festival 2004 – New York, North Sea Jazz Festival 2005 – Belanda, Montreux Jazz Festival 2005 – Swiss serta puluhan penampilan lainnya di Cina, Jepang, Australia, Spanyol, Bulgaria, Romania, Serbia – Montenegro, Republik Ceko, Republik Slovakia, Venezuela, Malaysia, dan Singapura.

Musik Krakatau telah mendapat pengakuan secara Internasional, antara lain dari Jurnal Worlds of Music yang diterbitkan di Amerika Serikat yang menyebut Krakatau sebagai bagian penting dari khazanah World Music. Hal ini karena Krakatau dianggap berhasil memadukan gamelan serta musik-musik tradisi Indonesia lainnya dengan jazz dengan pencapaian musikal yang pas.

Bersama Krakatau, hingga 2006 Dwiki telah merilis 8 album, yaitu First Album (1987), Second Album (1988), Kembali Satu (1989), Let There Be Life (1992), Mystical Mist (1994), Magical Match (2000), 2 Worlds (2006), dan Rhythm of Reformation (2006). Sedangkan album solo Dwiki adalah Nuansa (2002) didukung oleh musisi kaliber dunia seperti Mike Stern, Lincoln Goiness, Richie Morales, Neil Stubenhaus, Ricky Lawson dan Mike Thompson dari Amerika Serikat serta beberapa musisi Australia seperti Steve Hunter, David Jones dan Guy Strazullo.

Dwiki juga bekerja sama dengan sutradara Indonesia, Garin Nugroho unutk mengerjakan tata musik dalam film-filmnya, antara lain Cinta dalam Sepotong Roti yang meraih penghargaan sebagai Penata Musik Terbaik Festival Film Indonesia1991 serta film Rembulan di Ujung Dahan dan Rindu Kami PadaMu.

Saat ini Dwiki mengelola sekolah Musik yang bernama Lembaga Pendidikan Musik Farabi yang memberikan pelajaran musik jazz, klasik maupun tradisional. Dwiki ingin Farabi menjadi duta penyebaran cross culture. Setiap murid akan dikenalkan tentang musik etnik dan modern.

Jaringan sekolah Farabi kini tak hanya di Jakarta, namun mulai merambah Medan dan Denpasar. Total sampai tahun 2007 terdapat sembilan sekolah musik, yakni tujuh di Jakarta, dan masing-masing satu di Medan dan Denpasar. Dwiki berharap dapat memperluas cabang sekolah musiknya, Farabi, hingga 45 cabang di Indonesia pada 2011.
Sebagai insan musik, Dwiki juga aktif pada organisasi seni dengan menjadi anggota komite musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) serta menjadi Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Artis, Penata Musik dan Pencipta Lagu Indonesia (PAPPRI).

Kegiatan soosial juga dilakoninya, antara lain Dwiki menggagas konser amal ‘Jazz for Aceh’ yang melibatkan ratusan musisi jazz Indonesia pada awal tahun 2005 dan konser ‘Jazz for Jogja’ pada tahun 2006 bersama WartaJazz.com dan Dewan Kesenian Jakarta.

Share This: