Kehidupan Mayoritas Anggota PWI Masih di Bawah Standar

_

Wartawan merupakan profesi yang terhormat. Wartawan bisa hadir di mana saja, bergaul dengan siapa saja tanpa sekat-sekat. Namun kehidupan sebagian besar wartawan sampai saat ini masih memprihatinkan.

“Delapan puluh persen kehidupan anggota kita masih di basah standar.  Menjadi tugas pengurus untuk memperhatikan nasib para anggotanya. Karena itu PWI harus punya database, supaya kita bekerjasama dengan pihak-pihak lain seperti bank atau BPJS misalnya,” kata Sekjen Dewan Kehormatan PWI, Wina Armada, SH dalam diskusi bertajuk “PWI 1 yang Tepat di Era Revolusi Digital” yang berlangsung di Kantor PWI Cabang Jakarta, Jl. Suryopranoto Jakarta, Rabu (9/1/2017) siang.

Diskusi menghadirkan pembicara Sekjen PWI Pusat Henry Ch Bangun,  Ketia Bidang Organisasi PWI Pusat Sasonglo Tedjo , Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PWI Pusay Teguh Satosa,  dan  Ketua Komisi Pendidikan PWI Pusat Hendro Basuki.

Menurut Wina, untuk meningkatkan kesejahteraan anggota maupun Pengurus, PWI harus memiliki sebuah bisnis yang dikelola oleh profesional. Keuntungan bisnis itu bisa dipergunakan untuk memperbaiki kesejahteraan anggota.

 

Wina juga berharap agar PWI harus lebih banyak terlibat masalah kebangsaan. PWI harus memperjuangjan anggotanya masuk ke lembaga pemerintahan yang baru.

“Kita harus memgirim wakil kita masuk ke lembaga pemerintahan, karena itu dilakukan oleh organasi wartawan lain yang jumlah anggotanya lebih sedikit dari PWI.

“Sekarang ini ada ketidakadilan di Dewan Pers. Masak anggota kita ada 14 ribu sama dengann organisasi yang nggotanya lima rtus.  Harus proposional dong,” kata Wina.

Hal lain yang disampikan Wina adalan perlunya memperbaiki sistem uji kompetensi. Selain itu PWI harus melakukan pendidikan dan pelatihan mulimedia  bagi anggotanya.

Share This: