Keindahan Panorama Swiss Dalam “Satu Hari Nanti”

_

 

Keindahan negara-negara di luar Indonesia masih tetap menjagi magnit bagi pembuat film untuk melakukan pengambilan gambar. Setelah Perancis, Inggris, Belanda, Amerika dan beberapa negara Asia, kini sebuah rumah produksi Indonesia tengah melakukan syuting di Swiss.

Evergreen Pictures dan Rumah Film tengah menjalani syuting film bertajuk Satu Hari Nanti. Namun tidak seperti kebanyakan sumah produksi yang hanya numpang syuting di negara asing, production house (PH) dari Indonesia itu memang berkolaborasi dengan pemerintah Swiss yang menyodorkan lanskap beberapa kota di negara tersebut sebagai latar cerita.

Sepertit diketahui, Swiss yang terletak di dekat pegunungan Alpen merupakan negara yang memiliki pemandangan indah di beberapa tempat. Di tempat itulah Evergreen Pictures dan Rumah Film melakukan pengambilan gambar.

Adapun kota-kota yang dimaksud adalah Thun dan Interlaken. Selain itu masih ada Brienz, Bern, serta salah satu puncak tertinggi Eropa, Jungfrau. Thun merupakan kota kecil yang terkenal dengan danaunya nan rancak, selain itu memiliki sebuah kastil tua serta sungai kecilnya yang wajib dikunjungi untuk mengetahui sejarah kota tersebut.

Sedangkan Interlaken adalah kota yang letaknya di antara dua danau besar, yaitu danau Thun dan danau Brienz. Ini juga merupakan destinasi wisata di Swiss yang terkenal. Dari sini perjalanan berlanjut ke resort wisata puncak Jungfrau yang kondang, Jungfraujoch. Nah, Jungfraujoch sendiri merupakan kawasan wisata yang posisinya unik, karena dibangun di antara Puncak Jungfrau dan Puncak Monch yang merupakan bagian dari pegunungan Alpen. Untuk menuju puncaknya, wisatawan bisa menjalaninya dengan 2 jam perjalanan kereta api. Menjadi menarik, karena tempat ini pernah menjadi lokasi syuting dari film James Bond berjudul On Her Majesty’s Secret Service.

Brienz menjadi kota yang menyimpan khazanah budaya tradisional di Swiss. Seperti terlihat pada arsitektur rumahnya. Di sini juga terdapat danau luas yang ketika musim dingin berubah menjadi danau es. Kemudian Bern adalah ibukota Swiss nan asri. Di sana banyak warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO, paduan antara gedung pencakar langit dan bangunan klasik yang masih terjaga keasliannya sejak dahulu.

Proses pengambilan gambar berlangsung sejak pertengahan November 2016 silam. Sekarang ini filmnya masih dalam proses pasca produksi. Sementara untuk tanggal rilis, produser Dienan Silmy memastikan sekitar akhir tahun 2017.

Film ini Ditulis dan disutradarai oleh Salman Aristo, film ini mengupas kehidupan dua pasang kekasih yang menghadapi kegelisahan dalam membangun komitmen di negeri orang. Pemain yang terlibat mulai dari Deva Mahenra, Adinia Wirasti, Ringgo Agus, hingga Ayushita Nugraha.

“Film ini tentang karakter yang hidup, tumbuh dalam mencari makna, serta pencarian jati diri di negara tempat mereka tinggal. Bagaimana kedekatan satu dan yang lain, beradaptasi, hingga pemecahan masalah,” ucap Salman Aristo saat syukuran film Satu Hari Nanti di Senopati, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

“Lokasi full di Swiss. Secara skrip, 99 persen cerita di sana. Produksi juga kami kerjakan di Swiss, tanpa harus akal-akalan bikin set di tanah air,” tambahnya.

 

Share This: