Keluarga Kerajaan Turikale Maros Sambut Disainer Anna Mariana dan FKSN Bak Tamu Agung

_

Rombongan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FSKN PRA Arief Natadiningrat, Sultan Sepuh XIV Keraton Kesepuhan Cirebon dan Permaisuri RAS Isye Natadiningrat, diundang khusus bersilaturahmi oleh keluarga Kerajaan Turikale Maros Sulsel.

Foto: M. Ihsan

YM Brigjen Pol (P) AA Mapparessa, keturunan keluarga kerajaan yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pakar FSKN menerima rombongan di rumah adat berpanggung (Bola Ade’) Selasa (30/07/2018).

Dalam pertemuan tersebut dilaksanakan syukuran atas telah terselenggaranya penyematan pin FSKN untuk Dewan Permbina kepada yang terdiri dari Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono, Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, Hjh Musdalifah, dan juga pin Dewan pakar untuk pelopor kain Tenun Nusantara Anna Mariana di kantor Gubernur Sulsel.

“Sayang, Pak Soni tidak bisa ikut hadir karena kesibukan kerja beliau,” ujar tuan rumah YM Brigjen Pol (P) AA Mapparessa dalam kata sambutannnya.

Saat kedatangan, para tamu disambut dengan prosesi penyambutan yang biasa diperuntukan bagi tamu agung. Dibuka dengan tari Mangaru yang diiringi suara alat musik tradisional. Sejumlah pria dengan pakaian adat menyambut tamu dan bicara dalam bahasa daerah. Salah satu di antaranya menggunakan badik, sambil mengucap ikrar.

Foto: M. Ihsan

“Itu upacara penyambutan yang berisi pengucapan sumpah setia. Karena setiap tamu agung yang masuk ke halaman rumah, kami pun bersumpah akan menjaga keamanan dan kesehatannya,“ ungkap YM Andi Ahmad Aflus Mapparessa, putera mahkota alm H. Andi Mapparessa Daeng Sitaba Karaeng Turikale VII (1949-1959).

Prosesi berlanjut dengan tarian penyambutan Pa’Duppa, yang dilakukan sejumlah penari wanita berbaju Bodo dan mengenakan sarung sutra, lengkap dengan aksesoris bando bunga, anting, gelang serta kalung.

Para tamu kemudian mendapat taburan beras putih (tepung tawar), dan sebelum menaiki tangga rumah, mereka dikalungkan kain sutra. Rangkaian penyambutan tamu agung berlanjut ke dalam rumah.

Sesuai tradisi, Tamu Agung harus duduk di posisi utama sesuai adat istiadat (tulang ade’). Karenanya Sultan Sepuh dan isteri, Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha berserta  isteri, Anna Mariana diletakan posisi utama, baru kemudian tuan rumah dan para kerabat.

“Istilahnya kalau sekarang posisi tamu utama itu duduk di Ring 1 dan tamu berikutya Ring 2!” ungkap YM AA Mapparessa.

Saat tamu duduk, di depannya sudah terletak ‘bosara’ yakni wadah/tempat yang digunakan untuk menyajikan makanan. Terlihat kue-kue tradisonal yang lezat. Antata lain srikaya dan kue barongko. Barongko adalah kue dari bahan dasar pisang yang dicampur susu, gula dan telur, yang dibungkus daun pisang.

“Seluruh kue dan makanan yang disajikan hari ini adalah makanan kesukaan almarhum ayah saya, termasuk sayur pisang dan gulai ikan!’ kata YM AA Mapparessa.

Anna Mariana mengaku sangat senang mendapat penyambutan dengan tradisi adat dan budaya daerah seperti hari itu.

“Ini merupakan bukti negeri kita sangat kaya. Setiap daerah memiliki kekayaan istiadat dan budaya yang mesti kita jaga sekaligus kita lestarikan! Jangan sampai generasi muda kita tidak mengenal akar budayanya sendiri. Bersama FSKN kami akan menyusun sejumlah rencana untuk pelestarian budaya ini agar tidak musnah begitu saja.” kata Anna Mariana setiba di Makassar.

Share This: