Kemenhan Gandeng GANI Produksi Fillm Pencegahan Narkoba

Kiri ke kanan: Djoddy Prasetio Widyawan (GANI), Dahnil Simanjuntak (Stafsus Kemenhan) dan Anton Andreas (Aktor)
_

Narkoba merupakan musuh terbesar masyarakat saat ini. Upaya pencegahan bahaya narkoba terus dilakukan, baik secara preventif maupun tindakan terhadap pengedar dan pemakai. Namun pengguna narkoba masih tergolong tinggi di Indonesia, yakni 3,6 juta orang sampai tahun 2019.

Mengingat ancaman yang sangat berbahaya itulah, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) merasa perlu ikut berkontribusi, untuk melakukan pencegahan. Bukan dengan kekuatan militer, melainkan dalam melakukan penyuluhan / sosialisasi bahaya narkoba.

“Indonesia darurat narkoba. Saat ini narkoba sudah menjadi musuh kita bersama. Karena itu kami juga ingin terlibat dalam upaya pencegahan, melalui film pendek yang bisa menggugah,” kata Staf Khusus Bidang Publikasi Menteri Pertahanan RI, Dahnil Simanjuntak.

Dahnil menyampaikan hal itu ketika menerima Ketua Umum GANI (Genetasi Muda Anti Narkoba Indonesia) Djoddy Prasetio Widyawan dan aktor senior Anton Andreas, di Kemenkumham, Senin (9/3/2020).

Stafsus Bidang Publikasi Kemenhan Dahnil Simanjuntak yakin, film pendek yang akan dibuat mampu menggugah penontonnya, sehingga tidak tertarik, bahkan menjauhi narkoba. Rencananya film berdurasi 5 menit tersebut akan dipertontonkan di internal TNI dan Kemenham.

Ketua Umum GANI Djoddy Prasetio Widyawan merasa terhormat dipercaya untuk menjadi pelaksana proyek pembuatan film tersebut, yang sesuai dengan visi dan missi GANI selama ini.

“Terima kasih atas kepercayaan Kemenhan kepada kami. Apalagi ini juga selaras dengan apa yang kami lakukan selama ini,” kata Djoddy.

Share This: