Kemungkinan Pelaku Bom di Kampung Melayu Terinspirasi Bom Manchester

_

Aksi teror yang terjadi pada konser Ariana Grande di kota Manchester, Inggris beberapa waktu, lalu diduga menginspirasi pelaku melakukan aksi teror bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu Rabu malam (24/5).

Namun apakah untuk melihat apakah bom bunuh diri di Kampung Melayu ada kaitannya dengan peristiwa di Manchester, tentu perlu ada kajian lebih lanjut.

“Terorisme ancaman nyata dan bersifat global. Bisa jadi pemicu atau inspirasi sel-sel yang selama ini sedang tiarap kemudian setelah melihat ini (peristiwa Manchester) menjadi inspirasi melakukan serangan ini,” ungkap Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/5/2017).

Wasisto menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut terhadap terorisme, karena menurutnya terorisme itu senang jika membuat masyarakat takut.

“Terima kasih netizen yang sudah memviralkan #kamitidaktakut. Kami berharap kepada masyarakat untuk bersama dengan kami berpartisipasi untuk mencegah ancaman terorisme dengan meningkatkan antisipasi terhadap keadaan lingkungan sekitar rumah, pihak RT atau RW pun memiliki peran untuk melalukan pengecekan terhadap warganya,” beberya.

Seperti diketahui terjadi ledakan bom di sekitar lokasi konser Ariana Grande di Manchester, Senin (22/5/2017), lalu telah menewaskan 22 orang, termasuk anak-anak, dan 59 orang lagi dirawat karena cedera. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan di Manchester Arena, meski Washington mengatakan “belum memverifikasi” klaim tersebut.

Temuan buku catatan di sekitar area kejadian lokasi

Terkait dengan temuan buku catatan pelaku yang berisi sandi-sandi yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian Rabun malam, hingga saat ini kepolisian masih melalukan pengecekan untuk mengetahui sandi tersebut.

“Itu sudah diambil dan dibawa oleh puslabfor, dan sedang diteliti,” jelasnya.

Seperti diketahui, masyarakat setempat menemukan sebuah buku catatan kecil di dekat toilet tempat kejadian perkara. Saat dibuka, bagian halaman pertama terdapat tulisan Naga, Washington DC dan sejumlah angka seperti 1360.

Kemudian pada lembar berikutnya tertulis Euro 01 HKBP, President 1360, 2 Juli 1922. Ada juga tulisan baret merah. Kemudian di lembar lain tertulis Abraham Lincoln 1360 serta tertera logo Nazi.

Di setiap lembar juga terdapat coretan-coretan berupa lingkaran dengan bubuhan kode berupa plus dan minus.

Pasca ledakan di Kampung Melayu, keamanan jelang Ramadhan yang sebentar lagi akan dimulai pihak kepolisian telah melakukan pemetaan terkait dengan titik-titik mana saja yang memang berpotensi rawan serangan terorisme.

Ia menjelaskan, dalam operasi pengamanan pihaknya pun sudah tahu pusat keramaian itu akan menjadi sasaran objek para teroris, namun dirinya pun mengingatkan kembali lagi bahwa pihaknya tidak tau dimana dan kapan serangan itu akan terjadi.

“Seperti yang disampaikan Pak Kadiv (Setyo), Ramadhan dan Lebaran ini sudah jadi sasaran mereka, kita pun sudah mapping kembali lagi kita tidak tahu kapan terjadi. Tetapi tidak perlu saya sampaikan dimana saja mapping daerah tersebut, nanti orang bikin heboh,” jelas Awi.

Share This: