Keong Emas TMII Putar “Petualangan Dinos” Film Tentang Dinosaurus Produksi Indonesia

_

 

Hesta dan Azis, pemain film “Petualangan Dinos”.

Teknologi perfilman Indonesia telah berkembang pesat. Indonesia telah mampu membuat film dengan teknologi animasi dan CGI yang telah menyamai film-film produksi Hollywood.

Ini dibuktikan dengan lahirnya sebuah film animasi yang menampilkan mahluk-mahluk purbakala seperti dinosaurus dan lainnya, dengan visualisasinya yang mendekati gambaran nyata, dalam film “Petualangan Dinos, Tersesat di Negeri Dinosaurus” produksi MediaEight Pictures.

Film berdurasi 30 menit itu akan diputar di Teater Imax Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Keong Emas adalah sebuah bioskop yang memiliki layar raksasa 600 m2.

“Kebetulan Keong Emas bisa menggunakan teknologi 4K, sehingga kami ada peluang masuk ke situ. Kalau harus membuat format Imax, kami tidak sanggup,” kata Koamirullah, Direktur Utama Media-8, usai pemutaran perdana “Petualangan Dinos – Tersesat di Negeri Dinosaurus”, di Keong Mas, Sabtu (28/12/2019).

“Petualangan Dinos mengisahkan sejumlah pelajar yang tengah mengikuti belajar praktek lapangan di Kebun Raya, dibimbing oleh guru mereka. Ketika mencari tumbuhan pakis, Dino dan Ira menemukan mesin waktu. Keduanya lalu masuk ke kumparan cahaya misterius yang membawa mereka ke zaman purbakala.

Dinos dan Ira bertemu dengan mahluk-mahluk purbakala, bahkan keduanya dikejar-kejar oleh T-Rex, hewan purbakala yang buas. Untunglah keduanya berhasil diselamatkan oleh seorang manusia purbakala.

Film animasi yang menggambarkan hewan-hewan purbakala seperti yang tergambar dalam film Hollywood “Jurassic Park” ini disutradarai oleh Agus Indrajaya dan dibintangi antara lain oleh pemain remaja Azis dan Hesta.

Proses pembuatan 8 bulan. Syuting outdoor berlangsung di Kebun Raya Bogor, Gunung Pancar Bogor, Sukawangi Jonggol, dan di Danau Highland Sentul City menghabiskan waktu 5 hari.

Biaya produksi mencapai Rp1,5 miliar ditambah pembuatan satu dinosaurus dengan teknologi CGI menghabiskan waktu hingga 5 hari untuk satu gerakan yang dibuat oleh animator dari Yogyakarta.

Rencananya film ini akan tayang selama 2 tahun di Keong Emas TMII. Diharapkan film animasi berteknologi tinggi produksi nasional ini akan disukai anak-anakm

Per tahun mencapai 400 hingga 500 ribu anak yang datang ke keong mas di TMII. Selama ini memproduksi dari luar imax Setelah durasi 2 tahun ini berakhir maka akan ada kelanjutannya,” kata Koamirullah.

Share This: