Kepala BPTJ: Angkutan Permukiman Akan Urai Kemacetan 

Foto Transjakarta (ilustrasi). Foto: Isra Berlian
_

JAKARTA, BALAIKITA.COM– Atasi kemacetan yang dipicu oleh jumlah kawasan permukiman di wilayah Jabodetabek terus meningkat dan tidak diimbangi dengan kehadiran sarana transportasi publik yang memadai, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT) dengan menggandeng pihak swasta, akan menginisiasi program transportasi umum angkutan permukiman.

Sebelumnya BPTJ telah  melakukan survei pada kawasan permukiman dengan responden rata-rata lima persen dari jumlah Kepala keluarga (KK) setiap permukiman di wilayah Jabodetabek. Hasil survei menunjukkan preferensi warga yang mau pindah ke angkutan permukiman premium rata rata 78%.
“Itu berarti, rata rata masyarakat permukiman sangat merespon positif berpindah ke angkutan permukiman,” ujar Kepala (BPJT) Kementerian Perhubungan Elly Adriani Sinaga di Jakarta, Selasa (7/2/2017).
Lebih lanjut mengatakan sesuai Peraturan Kepala BPTJ No. SK 55/AJ.206/BPTJ-2017 Tentang Angkutan Permukiman, angkutan permukiman harus memenuhi standar kualitas pelayanan yang mencakup standar keandalan, muatan penumpang, keselamatan, keamanan, ketersediaan pelayanan, dan terjadwal (realibity) serta tarif yang terjangkau masyarakat yang tinggal di kawasan pemukiman.
“Penumpang akan menikmati layanan internet selama perjalanan dan bus dilengkapi dengan CCTV, sehingga penumpang merasa nyaman dan aman dalam melakukan perjalanan,” lanjutnya.
Disamping standar pelayanan, BPTJ juga menyediakan shelter yang bagus dan nyaman, sehingga warga yang tinggal di permukiman tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi, tapi hanya cukup mengakses shelter dan menggunakan bus menuju tujuan. Untuk mencapai shelter, warga dapat menggunakan berbagai alternatif termasuk menggunakan kendaraan tidak bermotor seperti berjalan kaki dan sepeda. Fasilitas parkir kendaraan bermotor juga disediakan di sekitar shelter.
“Dengan keberadaan angkutan permukiman, saya berharap,  banyak masyarakat yang akan beralih menggunakan angkutan umum,” ungkapnya.
Menurut Elly, sebagai langkah awal beroperasinya angkutan permukiman, pada Selasa, 14 Februari 2017 Kementerian Perhubungan akan me-launching Bis JR Connecxion (JRC). Bus JRC  akan berangkat dari kawasan permukiman di daerah penyangga Jadebotabek  menuju pusat-pusat kegiatan di lima wilayah Jakarta.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa layanan angkutan permukiman (JR Connexion) disamping dilayani dengan bus yang memenuhi standar kualutas pelayanan yang mencakup keandalan juga disiapkan aplikasi moovit yang mampu memberikan layanan informasi uptodate terkait jadwal pemberangkatan dan rute yang dilalui, sehingga lebih memudahkan bagi para pengguna angkutan permukiman dalam menjacapai tujuan yang diinginkan.
“Kedepan kita berharap semua layanan angkutan umum berbasis jalan dan rel sudah  harus menggunakan IT, termasuk.manajemen operasi, seperti PPD yg saat ini telah menggunakan fleet manajemen system (FMS) yang diyakini telah membwri manfaat terhafap efisiensi biaya di tubuh PPD sebesar 15 s/d 20 persen,” pungkasnya.

Share This: