Keterangan Miryam Dinilai Beratkan Terdakwa Kasus e-KTP

_

Pernyataan mantan anggota Komisi II dari Partai Hanusa Miryam S Haryani dalam sidan e-KTP di Pengadilam Tipikor, Kamis (23/3/2017) lalu berbuntut panjang. Selain Majelis Hakim meragukan pernyataanya hingga perlu memanggil penyidik dari KPK untuk dikonfrontir dengan Miryam, pernyataan tersebut juga membuat pihak terdakwa terusik.

Pengacara terdakwa Sugiharto, Soesilo Ariwibowo mengatakan keterangan yang diberikan oleh Miryam pada persidangan Kamis lalu merugikan kliennya. Pasalnya apa yang disampaikan oleh kliennya Sugiharto dan BAP pertama,  bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Miryam. Miryam mengakui adanya penerimaan uang seperti yang disampaikan oleh Sugiharto.

“Tentu merugikan, karena akan jadi blunder.  Yang diberikan pak Giarto itu sudah dihitung bagian dari Rp2,3 Triliun. Nah kalau itu diingkari, kemana uang itu?Iitu dan pertanyaan besar bagi kita. Kita akan gali pada persidangan-persidangan mendatang,” ungkapnya, seraya berjanji  akan menghadirkan atau kurir yang pernah mengantarkan uang kepada dirinya.

“Tentu kita akan sesuaikan dengan pemanggilan-pemanggilan yang dari jaksa penutut umum KPK,  karena itu sudahh ada, semua kita tunggu jadwalnya kapan. Untuk hari ini agendanya cuman pemeriksaan penyidik,” tukasnya.

Dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto disebutkan, saat Miryam menjadi anggota Komisi II pernah meminta uang kepada eks Dirjen Dukcapil Kemdagri, Irman, sebesar USD 100 ribu untuk Chairuman Harahap. Duit yang diminta disebut untuk membiayai kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke beberapa daerah.

Miryam meminta uang Rp 5 miliar kepada Irman yang disebut untuk kepentingan operasional Komisi II. Uang tersebut disebut jaksa dibagi-bagikan secara bertahap, dengan perincian salah satunya untuk 4 orang pimpinan Komisi II yakni Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Teguh Juwarno dan Taufik Effendi masing-masing sejumlah USD 25.000.

Agenda sidang hari rencananya  akan mengkonfrontir Miryam S Haryani, dengan tiga penyidik KPK terkait keterangan Miryam pada persidangan lalu, yang mengatakan dirinya ditekan oleh penyidik KPK ketika diperiksa.

 

Menanggapi pernyataan Miryam, Soesilo berjanji akan menggali lagi keterangan dari saksi pada persidangan mendatang.

“Penyidik yang disebut namanya oleh Bu Yani (Miryam) adalah penyidik handal, penydik senior yang kita tahu semua lah.  Dan beliau-beliau itulah yang banyak menguak kasus-kasus besar di republik ini. Apakah mereka telah melakukan penekanan-penekanan seperti yang disampaikan Bu Yani, kita liat di dalam persidangan nanti,” kata Soesilo.

 

Share This: