Ketua DPD RI: Kemakmuran Negara Dimulai dari Desa

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang. (Foto: Humas DPD RI)
_

Negara bisa makmur bila desa-desa makmur. Kemakmuran sebuah negara dimulai dari desa. Agar desa makmur, buatlah aturan yang mudah dipahami oleh aparat desa. Desa itu jangan dibebani oleh slogan yang berat-berat, tidak ada gunanya. Yang penting bimbing aparat desa agar bisa bekerja untuk mendorong kemakmuran di desa.

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan hal itu ketika memberi sambutan sekaligus membuka Workshop dan Silarurim Nasional Pemerintahqn Desa se Indonesia yang berlangsung di ICE, BSD Tangerang, Kamis (29/11/2018) pagi.

Workshop dikuti oleh ribuan Kepala Desa dari seluruh Indonesia, dan dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemerintahan Desa (APDASI) Ahmad Muqowam, Ketua Asosiasi DPRD Usman Said, pimpinan kedua Asosiasi Pemerintahan Desa, anggota DPRD DKI, Ongen Sangaji, dan undangan lainnya.

Menurut OSO, dalam bekerja aparat desa harus berpegang pada prinsip 5 S dan 1 T, yakni strategi, skill, struktur, sistem, speed dan target.

Pertama gunakan strategi yang tepat dalam membangun desa. Kalau desa punya strategi yang tepat, tidak akan sulit melaksanakan pekerjaan dan pembangunan di daerah.

Kedua Skill. Aparat pemerintahan desa harus memiliki skill, keahlian dalam bekerja. Bila memiliki keahlian, pekerjaan apapun yang ditangani tidak akan sulit.

Ketiga struktur. Dalam menyusun struktur pemerintahan di desa, jangan asal comot, orang-orang yang hanya bisa menjilat. “Carilah orang pintar, kalau perllu cari mahasiswa yang masih muda, punya semangat dan skill. The rigthnman in right place,” kata OSO.

Keempat Sistem. Buat sistem yang baik, sehingga dalam bekerja punya aturan main yang jelas. Sistem yang baik akan mendorong kemakmuran di desa.

Dan yang terakhir adalah speed and target. Dalam bekerja itu harus memiliki ukuran kecepatan untuk menentuka target. Kalau ada target harus ada ukrannya. Setahun mau ngapain, 2 tahun sampe di mana, 3 tahun bikin apa. Kalau kerja tidak ada target, ya susah. Apa yang mau dikerjakan?”

Menurut OSO, orang desa tidak perlu politik yang tinggi, karena politik orang desa lebih cerdas dari orang kota..

“Saudara-saudara kumpul di sini adalah sebagai persiapan untuk bertemu presiden. Insya Allah saudara-saudara nanti bisa mengungkapkan kepada presiden, apa yang dibutuhkan untuk desa. Dan saudara juga akan melihat, betapa tulusnya presiden bekerja untuk negara ini.”

Share This: