KH Ma’ruf Amin: Kita Akan Membangun SDM Yang Punya Fighting Spirit

_

Calon presiden pasangan nomor 1, KH. Ma’ruf Amin memaparkan tentang konsep ekonomi yang akan dijalankannya jika kelak ia bersama Calon Presiden Joko Widodo terpilih dalam Pilpres tahun 2019 mendatang.

KH Ma’ruf Amin menyampaikan hal itu ketika memberi sambutan dalam Deklarasi Arus Baru Muslimah di Balai Kartini Jakarta, Minggu (23/9/2018) malam.

KH Ma’ruf Amin dikerubungi wartawan usai menghadiri deklarasi Arus Baru Muslimah di Balai Kartini Jakarta, Minggu (23/9/2018) malam.

Perekonomian ke depan, menurutnya Indonesia harus mampu menghasilkan nilai tambah dari sumberdaya alam yang dimilikinya. Ia mencontohkan, Indonesia merupakan negara penghasil biji coklat. Tetapi buah coklat yang dihasilkan hanya Rp. 1000 per kilogram lalau dijual. Padahal ketika dijual di Singapura hargnya mencapai Rp, 20.000. Penambahan nilai sebesar Rp. 9.000 diambil oleh Singapura.

Untuk mencapai hal itu, menurutnya, kita harus membangun sumberdaya manusia yang cerdas dan memiliki semangat pantang menyerah.

“Ke depan, nilai tambahnya itu harus kita yang dapat, jangan kita berikan kepada orang lain. Oleh karena itu kita harus mendidik generasi muda kita untuk menjadi orang yang cerdas dan memiliki fighting spirit,” kata Ma’ruf Amin.

Menurut KH Ma’ruf Amin, tahun 2024 indonesia harus maju. Oleh karena itu bersama Jokowi dia berjanji akan membuat arus baru ekonomi, yaitu ekonomi pemerataan yang bisa dinikmati oleh segenap lapisan masyarakat, tidak ada lagi dikotomi antara yang kuat dan yang lemah.

Dulu, tambahnya, Indonesia banyak menciptakan konglimerat dengan harapan terjadi tetesan kemakmuran ke bawah (trickle down effect). Tetapi kenyataannya tetesan itu tidak terjadi, yang ada justru kesenjangan yang semakin melebar.

“Kita tidak menginginkan itu terjadi. Kita ingin memperkuat yang lemah, tapi bukan berarti melemahkan yang kuat. Semua harus berjalan bersama,” katanya.

Bersama Jokowi ia yakin akan mampu mewujudkan itu karena dalam kepemimpinannya pertama Jokowi sudah menyiapkan dasar yang kuat, membangun infrastruktur untuk mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang.

“Pak Jokowi itu sudah membuat milestone, dan saya akan menyiapkan landasannya kalau kita ingin tinggal landas. Dengan pembangunan yang merata ke seluruh tanah air, makan kemakmuran juga akan semakin merata,” tandasnya.

Untuk mencapai hal itu, menurutnya, Indonesia harus aman dan damai. Tapi kalau tidak aman tidak aman, kita tidak akan bisa membangun. Ia mencontohkan Afganistan, negara yang memikiki cadangan emas yang besar, tetapi tidak bisa membangun karena selalu dilanda perang.

“Aman dan damai merupakan prasyarat bagi negara untuk tinggal landas. Para imam mensyaratkan 5 hal
Terjaganya agama, terjaganya jiwa, terpeliharanya akal, terpeliharanya rumahtangga, dan terpeliharanya keturunan. Saya menambahkan dua lagi, yaitu terpeliharanya keamanan dan kedamaian. Damai bisa kita capai kalau ada saling pengertian di antara warga bangsa. Jangankan benar, salah pun bisa dimaafkan,” papar KH Ma’ruf Amin.

Agar Indonesia maju, menurutnya, tidak boleh ada kerikil-kerikil, ridak becek-becek. Tidak boleh lagi ada konflik ideologis. Kita harus embali ke Pancasila dan UUD 45.

“Pancasila itu titik temu. Bagi umat islam Pancasila adalah kebangsaan yang bertauhid. UUD 45 adalah kesepakan nasional. Itifakat wathoniah, atas dasar dua kesemapakatan ini lahir NKRI. Karena itu kita sebut NKRI adalah negara kesepakatan,” paparnya.

UUD 45 dan Pancasila menurutnya adalah mitah, kesepakatan. Karena itu kalau ada yg bertentangan dengan itu, akan ditolak karena melawam kesepakatan.

“Khulafah itu kan islami kenapa ditolak? Bukan ditolak tapi tertolak secara otomatis, menyalahi kesepakatan yang sudah disepakati oleh bangsa indonesia, oleh para ulama. Kita jangan melawan kesepakatan. Saya berharap 2024 tidak ada lagi paham-paham yang melawan kesepakatan,” tegas KH Ma’ruf Amin.

 

Share This: