KPK akan Klarifikasi Harta Kekayaan “HS”

HS usai diperiksa penyidik di Gedung KPK Jakarta
_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan klarifikasi harta kekayaan tersangka kasus suap perpajakan Handang Soekarno (HS), mantan Kasubdit Bukti Permulaan Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan.

“Terkait indikasi suap pengurusan Pajak Eka Prima Export Indonesia (EKP)  dengan tersangka HS, hari ini kita melakukan klarifikasi sejumlah info terkait kepemilikan aset tersangka,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Febri mengungkapkan, pihaknya melakukan klarifikasi terkait kepemilikan aset tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pasal 28 Undang-undang (UU) No.31/1999 tentang tindak pidana korupsi. Ketentuan itu menyatakan tersangka kasus korupsi harus menjelaskan secara terperinci asal muasal harta yang dimiliki olehnya.

“Karena tersangka wajib sampaikan informasi kekayaan diri dan keluarga yang terkait,” bebernya.

Dirinya juga menjelaskan , klarifikasi harta kekayaan tersebut tidak otomatis penyidik akan memproses tindak pidana pencucian uang.

Hingga saat ini, sebanyak 42 saksi yang telah diperiksa baik dari Dirjen pajak dan jajarannya, pihak EKP dan pihak lain. Dirinya juga mengungkapkan, bahwa pihaknya juga akan terus memperdalam dan mencari bukti untuk melakukan pengembangan terkait kasus ini.

“Siapapun saksinya akan dipanggil penyidik sepanjangan saksi tersebut relevan dengan kasus yang tengah disidik,” ujar Febri.

Sementara itu, usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik, tersangka HS pun berpesan kepada pejabat pajak lain agar tidak mencontoh dirinya. HS juga mengaku siap mempertanggung jawabkan semua kesalahannya.

“Saya berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi yang lain. Saya telah melakukan kesalahan dan teman-teman janagn mengikuti saya dan secara pribadi saya akan pertanggungjawabkan,” katanya.

HS usai diperiksa penyidik di Gedung KPK Jakarta//Isra Berlian

Seperti diketahui, Handang dan Ramapaniker diamankan KPK pada 21 November 2016, di kediaman Ramapaniker di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat,sesaat setelah Ras dan Handang melakukan transaksi.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, diamankan uang sejumlah US$148.500 atau setara dengan Rp1,9 miliar.

KPK juga mengamankan tiga staf Ramapaniker. Dua orang dijemput di Pamulang dan Pulo Mas sementara satu staf lainnya diamankan di Surabaya. Selain itu, sopir dan ajudan Handang pun turut diamankan

Uang tersebut diduga terkait permasalahan pajak yang menimpa PT EK Rima antara lain surat tagihan pajak sebesar Rp78 miliar. Handang disangkakan sebagai penerima suap dan Ramapaniker sebagai pemberi suap.

Share This: