KPK Cekal Syarifuddin Temenggung

_

Mulai hari ini KPK melakukan pencegahan terhadap mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temanggung (SAT), untuk bepergian ke luar negeri, selama enam bulan ke depan.

Pencegahan dilakukan setelah KPK Menetapkan Syarifuddin Temenggung sebagai tersangka kasus BLBI.

“KPK telah keluarkan pencegahan keluar negeri untuk SAT pada 21 Maret untuk 6 bulan ke depan,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Syafruddin ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan adanya indikasi korupsi dalam pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada Sjamsul Nursalim, selaku pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) tahun 2004.

KPK menduga Syafrudin telah menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi, yang telah menyebabkan kerugian keuangan negara sekurangnya Rp 3,7 triliun.

SKL biasanya dikelurkan setelah obligator BLBI menyerahkan sejumlah aset oleh  kepada BPPN.

Sejak kasus in dinaikkan ke tahap penyidikan, KPK sudah memanggil 3 orang saksi untuk tersangka SAT, mulai dari Rizal Ramli, yang dipanggil pada tanggal 17 April 2017 namun tidak hadir dan akan dilakukan penjadwalan ulang.

Kemudian pada 25 April lalu juga dilakukan pemanggilan terhadap Artalyta Suryani namun yang bersangkutan juga tidak hadir dan akan dilakukan penjadwalan pemanggilan ulang, serta Kwik Kian Gie mantan Menteri Keuangan yang hadir pada tanggal 20 April 2017.

“Dalam proses penyelidikan sudah dimintai keterangan terhadap 32 orang termasuk tersangka SAT. Dimana saksi tersebut berasal dari unsur BPPN, KKSK, Kementrian Keuangan, Bank Indonesia, hingga Kementerian Sekretaris Negara. Dan minggu depan akan mulai pemanggilan lagi termasuk pemanggilan saksi-saksi yang belum hadir,” kata Febri.

 

KPK juga mengupayakan pengembalian aset negara dalam kasus ini. Para pelaku akan dijerat dengan dengan pasal pencucian uang dan pidana korporasi.

 

 

 

Share This: