KPK Dalami Peran Istri Gubernur Bengkulu

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami peran istri Gubernur Bengkulu periode 2016-2021 Ridwan Mukti (RM) terkait proyek jalan di 2 Kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Istri Gubernur Bengkulu, Lily Martiani Maddari (LMM) sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Apakah peran istri (gubernur) ikut mengatur proyek, dalam kasus ini jadi masih didalami,” ungkap Wakil Pimpinan KPK, Alex Marwata saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/6/2017).

Dijelaskan Alex, dalam kasus proyek ini istri gubernur hanya sebagai perantara yang diminta oleh suaminya untuk menerima fee, ada yang menghimpun sesama pengusaha bernama Rico.

“Rico dan istri gubernur sudah kenal lama. Gubernur melalui istrinya minta agar fee itu nanti diserahkan oleh pengusaha-pengusaha ke Rico. Fari Rico baru diserahkan ke istri gubernur, dan itu semua atas sepengetahuan gubernur,” paparnya.

Dalam OTT kemarin, istri gubernur Bengkulu ini menerima uang yang diberikan oleh Rico. Uang sebesar Rp 1 Miliar tersebut berasal dari Direktur PT SMS, Jhoni Wijaya (JHW), dan diberikan  di rumah dinas suaminya itu.

Pemberian uang tersebut diduga merupakan komitmen 10% per proyek dari total proyek sebesar Rp 53 miliar, yang harus diberikan kepada Gubernur Bengkulu terkait 2 proyek di Kabupaten Rejang Lebong yakni.

Akibat perbuatannya LMM disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Share This: