KPK: Fahri Hamzah Salahgunakan Wewenang!

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai Wakil Ketua DPR, terkait kunjungannya ke Rutan Polres Jakarta Timur, untuk menjenguk Auditor utama BPK Rochmadi Saptogiri. Rochmadi merupakan pegawai BPK yang menjadi tersangka kasus dari Kementrrian Desa, Senin (29/5) lalu.

“Kita harap pihak yang mempunyai kewenangan agar hati-hati menggunakan kewenangannya.  Jangan sampai kemudian ada kesan, tindakannya diterima publik, ketika mendatangi tersangka KPK. Harus kita harus pisahkan antara proses politik dan hukum,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Menurut Febri, KPK tidak pernah memberikan izin atau diminta izin (oleh siapa pun) untuk menjenguk tahanan pada saat itu. Seperti diketahui, untuk menjenguk seorang tahanan, terlebih tahanan KPK, penjenguk harus meminta izin  dan harus mendapat persetujuan dari pihak KPK.

.”Tentu kamj menyayangkan ada perbuatan atau pihak yang mendatangi tahanan KPK, yang masih dalam proses hukum. Setiap besuk harus izin KPK, karena kasus itu kami tangani termasuk kemananan tahanan,” jelasnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah membantah kedatangannya ke Polres Jakarta Timur hanya untuk menemui Auditor Utama Keuangan Negara III Badan Pemreriksa Keuangan (BPK) yang tertangkap tangan KPK itu. Ia mengatakan kedatangannya ke sana untuk mengecek kondisi seluruh tahanan di Polres Jakarta Timur.

“Saya ajak anggota Komisi III. Saya kira kita perlu dalam Ramadhan ini memberikan kesejukan. Saya lihat anggotanya sedang ibadah,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

“Tapi memang ada yang khusus, karena sedang ada kasus. Saya ketemu Pak Rochmadi yang memang sering mondar-mandir DPR sebagai bagian dari kepemimpinan BPK dalam berkomunikasi dengan DPR. Sekalian lah ada sahabat kami lihat di situ,” lanjut Fahri.

Ia menambahkan, saat datang bertemu Rochmadi, dia dan anggota Komisi III yang datang ke sana menyemangati Rochmadi agar tegar menghadapi kasus hukum yang menimpanya.

Saat ditanya apakah kedatangannya telah diizinkan oleh KPK, Fahri mengatakan dirinya sebagai perwakilan DPR merupakan lembaga pengawas negara tertinggi.

“Jadi jangan dibalik, bukan KPK yang ngawasin kami, sebab DPR yang sebagai lembaga pengawas tertinggi,” lanjut Fahri.

Mengenai alibi yang disampaikan Fahri Hamzah, Febri pun meminta agar Fahri dapat menggunakan kewenangannya secara hati-hati.

“Yang pasti kami tidak pernah beri izin itu. Kepada pihak-pihak yang memiiki pengawasan kita minta hati-hati menggunakan kewenangan tersebut, jangan sampai kemudian mencampuri proses hukum yang berjalan, itu imbauan kita yang bisa sampaikan,” ungkap Febri

“Kita menitipkan tahanan berapa Rutan di Polres itu kerjasama juga dengan polisi. Kerjasama tersebut bisa dijaga pihak pimpinan Rutan, agar tahanan KPK bisa lebih dibatasi untuk berinteraksi dengan pihak lain, ‎kecuali memang sudah sesuai aturan besuk atau jenguk,” tegasnya.

Sejauh ini KPK pun belum melakukan lagkah lanjutan  pasca besukan yang dilakukan oleh Fahri.

“Nanti kita lihat dulu lah. Kok bisa tahanan KPK didatangi tanpa izin KPK. KPK sendiri kan  memiliki kerjasama dengan polisi. Mengingat ruang tahanan yang kami kelola secara langsung itu belum mencukupi,” jelasnya.

Seperti diketahui, Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah Senin (29/5) kemarin mengunjungi Mapolres Jakarta Timur, untuk melihat kinerja pelayanan di Polres Jaktim selama bulan Ramadhan ini. Fachri didampingi Anggota Komisi III Masinton Pasaribu, dan disambut langsung oleh Kapolres Jaktim Kombes Andry Wibowo.

Dari hasil peninjauan, Fahri menilai seluruh tahanan dalam kondisi baik. Selain itu, Fahri juga menjenguk dua tahanan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Salah satunya auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri yang diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Share This: