KPK Geledah di Kediaman Miryam S Haryani

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali bukti-bukti yang lebih kuat dalam kasus e-KTP. Selasa (25/4/2017), KPK menggeledah rumah tersangka kasus e-KTP mantan politikus Partai Hanura Miryam S Haryani. Pengacara Miryam S. Haryani, Aga Khan benarkan adanya penggeledahan KPK di rumah kliennya siang hari ini.

“Saya dapat info dari orang yang jaga di rumah klien saya dan iya ada. Kira-kira pukul 11-an dan sudah selesai sekarang,” ungkapnya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

“Penggeldahan dilakukan di semua ruangan. Sprindiknya terkait keterangan palsu di persidangan, bukann e-KTP.  Klien saya di kasus ektp adalah statusnya saksi,” tambahnya.

 

Miryam S Haryani yang sebelumnya menjadi saksi dalam kasus e-KTP dengan tersangka mantan pejabat di Kemenerian Dalam Negeri (Kemendagri) Imran dan Sugiharto, akhirnya dijadikan tersangka, karena ditenggarai memberikan keterangan palsu di Pengadilan Tipikor.  Miryam dianggap berbelit-belit dalam bersaksi dan menghambat pengusutan proyek senilai Rp5,9 triliun itu.

Ketika memberi kesaksian, Miryam mengaku dipaksa penyidik KPK sehingga buka suara tentang aliran dana dalam proyek e-KTP. Tiga penyidik KPK yang dikronfrontir membantah pengakuan Miryam.

 

Miryam telah dua kali dipanggil oleh penyidik KPK, tetapi mangkir. Pada pemanggilan pertamanya pada Rabu (13/4/2017) ia mangkir dengan alasan  ada ibadah Paskah. Kemudian, pada penjadwalan ulang, Selasa (18/4/2017) Miryam malah jatuh sakit dan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah.‎ Dia meminta izin untuk istirahat dua hari yakni 18-19 April 2017 dan siap diperiksa pada Rabu (26/4/2017) esok.

Miryam S Haryani merupakan orang keempat yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP, setelah dua pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yakni Irman dan Sugiharto, serta Andi agustinus, alias Andi Narogong.

 

 

 

 

Share This: