KPK Kabulkan Permohonan Irman dan Sugiarto Sebagai Justice Collaborator

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengabulkan permohonan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik (e-KTP), Irman dan Sugiharto untuk menjadi  Justice Collaborator.

“Dikarenakan terdakwa telah memenuhi persyaratan dalam pengajuan status Justice Collaborator (JC), pimpinan telah mengabulkan status tersebut dan sudah ditandatangani,” ujar Jaksa Penuntut Umum KPK, Mufti Nur Irawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/6/2017).

Pengabulan permohonan pengajuan diri keduanya sebagai JC, berdasarkan ‎keputusan pimpinan KPK nomor kep670/01-55/06/2017. Dan pada tanggal 12 Juni 2017 menetapkan terdakwa 2 sebagai JC berdasarkan surat keputusan nomor kep678‎/01-55/2017.

Meski pun demikian, pengabulkannya keduanya sebagai JC ‎akan tetap mempertimbangkan secara komprehensif, tentang perbuatan para terdakwa.

Sugiharto mengajukan diri sebagai JC pada tanggal 28 Oktober 2016 dan disetujui pada 12 Juni 2017. Sementara Irman mengajukan diri sebagai JC pada 8 Mei 2017 dan disetujui pada 9 Juni 2017.

justice collaborator adalah seorang saksi yang juga seorang pelaku, namun mau bekerja sama dengan penegak Hukum dalam rangka membongkar suatu perkara, bahkan aset hasil kejahatan korupsi apabila aset itu ada pada dirinya.

Peranan tersangka yang menjadi justice collaborator, sudah banyak di terapkan di Indonesia. Contohnya dalam kasus Wisma Atlet dengan terdakwa M Nazarudin sebagai justice collaborator.

Share This: