KPK Lanjutkan Penyelidikan Terhadap Miryam

_

Pasca serah terima tersangka pemberi keterangan palsu dalam persidangan e-KTP, Miryam S. Haryani, dari Polda Metro Jaya kepada Penyidik KPK sore ini, Penyidik KPK akan melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap Miryam.

“Sebagai informasi bahwa pasca serah terima sore ini, penyidik akan lakukan pemeriksaan pada tersangka. Dimana sudah sebanyak 8-10 orang saksi sudah dimintai keterangan pada perkara yang bersangkutan (pemberian keterangan palsu),” ungkap Penyidik KPK, Tesaa Mahardika, saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (1/5/2017).

Tessa yakin penyidikan terhadap politisi Hanura tersebut tidak memakan waktu yang lama.

“Sebenarnya, harapan KPK, yang bersangkutan bisa hadir pada panggilan pertama, kedua, agar tidak membutuhkan waktu yang lama tapi ada hal-hal yang tidak dikehendaki tapi Alhamdulillah akibat kerjasama antara KPK dengan pihak kepolisian kita dapat melanjutkan penyidikan selanjutnya,” ungkapnya.

Penyelidikan terhadap Miryam sempat tertunda, setelah yang bersangkutan menghilang. Pokisi lalu memasukkan Miryan ke dalam Daftra Pencarian Orang pada 26 April lalu. Dalam waktu 4 hari pihak kepolisian berhasil menangkap Miryam di sebuah hotel di kawasan Kemang Jakarta Selatan pada pukul 00.20 WIB.

“Dari hari pertama tim mekhusus lakukan penyelidikan. Seperti siapa yang terakhir kali berhubungan dengan yang bersangkutan. Kita dapatkan dia ada di daerah Bandung, lalu tadi pagi sekitar jam 00.20 tim khusus ini berhasil menangkap di hotel di daerah Kemang. Kita bawa ke Polda Metro Jaya untuk melakukan tes kesehatan,” ungkap Argo di Gedung KPK.

Dalam penangkapan tersebut diketaui mantan anggota komisi II DPR tersebut bersama dengan sang adik untuk bertemu seorang temannya.

“Di Kemang yang bersangkutan sedang bersama adiknya. Menurut yang bersangkutan (adik) Miryam tengah menunggu temannya. Tapi usai melakukan penangkapan kita tunggu teman yang dimaksud namun tak kunjung datang, dan kita masih mendalami temannya itu siapa,” ungkap Argo.

Seperti diketahui, mantan anggota Komisi II DPR tersebut memberikan keterangan palsu pada persidangan (23/3) lalu. Dalam persidangan dirinya mengutarakan bahwa keterangan dalam BAP yang telah diberikannya ke penyidik dibuat atas tekanan oleh penyidik.

Dalam persidangan itu pula, Miryam mengutarakan bahwa dirinya tak tahu-menahu mengenai pemberian uang dalam kasus e-KTP.

Setelah berstatus tersangka, Miryam kemudian dipanggil penyidik KPK pada hari Kamis, 13 April, dan Selasa, 18 April. Namun Miryam tak memenuhi panggilan. Akhirnya hari ini Miryam dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dini hari tadi pada pukul 00.20 WIB pokisi bersama dengan KPK menangkap srikandi Partai Hanura tersebut di sebuah Hotel di Kawasan Kemang Jakarta Selatan.

Share This: