KPK masih pelajari keabsahan Pansus Hak Angket DPR

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih pelajari keabsahan panitia khusus (Pansus) Hak Angket DPR terkait besaran anggaran yang bakal digunakan Pansus Angket KPK sebesar Rp3,1 Miliar.

“Kita masih mempelajari itu,” ungkap Pimpinan KPK, Agus Raharjo saat acara buka bersama di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/6/2017).

Dirinya pun menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengumpulkan beberapa ahli mulai ahli hukum, baik hukum tata negara, administrasi negara hingga pidana untuk memberikan pendapat KPK terkait dengan sikap apa yang harus diambil KPK.

“Pengkajiannya dalam Ramadan ini. Mudah-mudahan. Setelah itu baru kita sampaikan,” bebernya.

Dirinya pun enggan berkomentar, terkait dengan jika Pansus Angket KPK lebih dahulu memanggil saat kajian belum ada.

Seperti diketahui, Ketua Pansus Angket KPK, Agun Gunandjar Sudarsa mengungkapkan dari hasil kesepakatan di rapat internal mereka disepakati bahwa anggaran pansus yang akan digunakan dari APBN ialah sebesar Rp 3,1 Miliar yang anggaran paling besar untuk keperluan konsumsi rapat-rapat.

“Termasuk sudah dengan konsinyering untuk kunjungan ke luar kota. Termasuk utamanya untuk mengundang pakar, ahli-ahli yang berkaitan dengan tugas-tugas angket,” paparnya.

Menurut Agun, anggaran tersebut dapat menjadi sah ketika pansus sudah diketok di paripurna. Sehingga tidak semerta-merta menjadi anggaran yang berpotensi korupsi.

“Pansus sah sejak diketok di paripurna maka anggarannya pun sah,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dia mengatakan bahwa pihaknya dengan tegas tidak akan masuk ke ranah penegakan hukum KPK.

Share This: