KPK Ogah Bertemu Amien Rais

_

Keinginan tokoh politik nasional Amien Rais untuk bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bakal tidak kesampaian. KPK menegaskan tidak akan menerima kunjungan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, yang akan datang ke KPK pada senin esok (5/6),

Sebelunya Amien Rais menyatakan ingin menemui pimpinan KPL untuk mengklarifikasi kabar aliran dana korupsi alat kesehatan yang mengalir ke rekening Amien Rais.

“Pimpinan KPK tidak akan menerima kunjungan orang yang berhubungan kasus yang tengah ditangani oleh KPK. Tapi kalau beliau mau melaporkan sesuatu, bisa saja beliau datang ke Pengaduan Masyarakat (DUMAS) KPK,” ungkap Wakil Pimpinan KPK, Laode M. Syarief saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (3/6/2017).

Dalam Jumpa Pers yang digelar oleh Amien di kediamannya di Kawasan Gandaria Jakarta Selatan, Jum,at (1/6), Amien Rais menyatakan uang yang diterimanya sebesar Rp600 juta yang berasal dari SBF diklaim sebagai uang tugas operasional Amien.

“Pada waktu itu Sutrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain,” ungkap Amien.

Dirinya menjelaskan bahwa Mas Tris, sapaan akrab Amien ke Soetrisno Bahir, adalah tokoh yang sangat baik dan dermawan, sering membantu banyak pihak. Bahkan siapa saja yang mendapat bantuan dana dari SB dirinya pun tidak tahu.

“Saya pernah menanyakan pada SB, mengapa Anda membantu berbagai kegiatan saya. Jawabnya ‘Saya disuruh Ibunda saya untuk membantu Anda’. Jadi ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan buat kegiatan operasional saya, saya anggap sebagai hal wajar,” jelasnya.

Akibat adanya berita yang membelit dirinya itu, Amien pun berniat untuk datang KPK pada Senin (5/6) esok guna mengklarifikasi perihal aliran uang ke rekeningnya tersebut.

“Senin mendatang saya akan berkunjung ke Kantor KPK, untuk menjelaskan duduk persoalannya,” jelas Amien Jumat kemarin.

Namanya Amin Rais muncul dalam pembacaan tuntutan terhadap Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadhilah Supari terkait penyalahgunaan wewenang dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005, pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.

Mantan petinggi PAN tersebut telah menerima uang sebesar Rp600 juta yang disalurkan oleh Nuki Syahrun melalui SBF. Dimana Nuki merupajan ketua SBF yang juga ipar dari Soetrisno Bahit yang saat itu menjabat sebagai Ketua PAN (2005-2010).

Suami Nuki, Rizaganti Syahrun merupakan teman dari Direktur Utama PT Mitra Media dua, yakni Andi Krisnamurti yang menjadi suplayer alat kesehatan bagi PT Indofarma Tbk, selaku pemenang pengadaan alat kesehatan untuk buffer stock di Kemenkes.

Kala itu Nuki memerintahkan Sekertaris Yayasan SBF Yurida Adlani, untuk memindahbukukan sebagian dana keuntungan PT Indofarma Tbk kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah salah satunya Amien Rais.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Ali Fikri disebutkan bahwa Amien menerima transfer Rp600 juta tersebut sebanyak enam kali ke rekeningnya. Dimana setiap kali transfer Amien menerima uang sebesar Rp100 juta. Uang itu dikirim melalui Soetrisno Bahir Foundation (SBF).

Share This: