KPK Periksa Artalyta Suryani Terkait Kasus BLBI

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali memeriksa Artalyta Suryani alias Ayin,  sebagai saksi ‎kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang menyeret mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsjad Temenggung (SAT). Ayin merupakan mantan narapidana kasus suap terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK hari ini adalah untuk mendalami hubungan terdakwa dengan proyek pembangunan tambak udang PT Dipasena Citra Darmaja.

“Pemeriksaannya kita dalami untuk menggali pengetahuan saksi terkait proyek pembangunan tambak Dipaasena di Lampung, yang dibangun oleh suami Ayin,” ungkap Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Menurut Febri, pendalaman informasi terhadap tambak tersebut dikarenakan tambak udang itu dijadikan aset yang diserahkan Sjamsul Nursalim sebagai pengganti utang yang telah digelontorkan BLBI. melalui BPPN untuk membantu BDNI kala itu.

Piutang sejumlah petani tambak di Dipasena, kata Febri,  dimasukan dan dihitung sebagai aktiva, sebagai kewajiban pembayaran obligor Sjamsul Nursalim.

“Itu yang kita usut lebih lanjut, apakah benar kewajiban itu sudah lunas yang termasuk Rp 4,8 Triliun itu, atau dari indikasi yang kita temukan ada Rp 3,7 Triliun yang seharusnya dikatakan belum lunas tapi sudah diterbitkan Surat Keterangan Lunas (SKL) maka dari itulah harus kita dalami,” papar Febri.

Selain mendalami asal usul dan status aset tambak udang PT Dipasena Citra Darmaja,  KPK juga mendalami komunikasi antara Ayin dengan Sjamsul Nusalim.  Ayin merupakan tangan kanan Sjamsul.

“Kita juga melihat komunikasi atau interaksi saksi dengan Sjamsul Nursalim pada saat proses pembangunan tambak di Lampung itu. Selain itu karena penanganan kasus SKL-BLBI terhadap salah satu obligor BLBI Sjamsul Nursalim, jadi kita dalami terkait perannya,” jelasnya.

 

Share This: