KPK Pertimbangkan Pengajuan Choel Malarangeng Menjadi “Justice Collaborator”

_

Komisi Pemberantasan Korupsi masih mempertimbangkan pengajuan  Andi Zulkarnaen (Choel) Mallaranggeng untuk menjadi  justice collaborator,  dalam  kasus mega korupsi proyek Hambalang.

Choel sudah mengakukan keinginannya, tetapi KPK masih pertimbangkan.

Justice colaborator adalah posisi yang tidak main-main.  Tidak bisa hanya dengan pengajuan saja langsung dikabulkan,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Menurut Febri,  penyidik KPK  akan mempertimbangkan apakah choel mengakui perbuatannya; kemudian apakah dia nantinya akan membuka seluas-luasnya keterangan mengenai indikasi keterlibatan pihak lain yang lebih besar.

“Filosofi dari justice collaborator adalah bagian dari pelaku yang kemudian mengungkap sebuah perkara, sehingga perkara tersebut bisa terang benderang dan tuntas dalam memproses aktor sebenarnya,” lanjutnya.

 

“Jika ada informasi yang ingin disampaikan tentu kami dengan senang hati menerima dan memproses hal tersebut. Dan itu akan kita nilai untuk menentukan, apakah posisi sebagai justice collaborator akan dikabulkan atau tidak, meskipun tetap saja nanti perlu dilihat lebih lanjut oleh hakim di persidangan,” bebernya.

KPK menetapkan Choel menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional Hambalang, tahun anggaran 2010-2012.

Choel diduga memanfaatkan jabatan kakaknya Andi Mallaranggeng sebagai Menpora saat itu, untuk meraup keuntungan bagi diri sendiri. Choel diduga mendapatkan keuntungan sekitar Rp 4 miliar dari proyek ini.

 

 

Share This: