KPK Tetapkan Miryam S. Haryani sebagai Tersangka

Miryam S Haryani (kabar3.com)
_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan mantan anggota komisi II periode 2009-2012, Miryam S. Haryani (MSH) sebagai tersangka. Miryam disangka melanggar Pasal 22 junto Pasal 35 UU Tipikor, sebagimana diubah No 20 tahun 2001.

Penetapan itu dilakukan karena Miryam diduga dengan sengaja tidak memberikan keterangan dalam persidangan kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor, dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

“KPK menetapkan 1 orang sebagai tersangka MSH, anggota DPR RI dalam pengembangan kasus terkait pengadaan KTP elektronik (e-KTP),” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah dalam jumpa persnya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Miryam merupakan tersangka keempat yang ditetapkan KPK dalam kasus e-KTP. Sebelumnya ada Irman dan Sugihrto mantan pejabat Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri, serta pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong.

KPK masih mendalami fakta persidangan yang sudah ada, dan mendalami indikasi keterlibatam pihak lain dalam kasus e-KTP.

Seperti diketahui, pada sidang di Pengadilan Tipikor tanggal 24 Maret lalu, Miryam S. Haryani mencabut keterangan dalam BAP terkait penerimaan dan bagi-bagi duit e-KTP itu. Dalam dakwaan, Miryam disebut pernah meminta uang kepada eks Dirjen Dukcapil Kemdagri, Irman sebesar USD 100 ribu untuk Chairuman Harahap. Duit yang diminta disebut untuk membiayai kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke beberapa daerah.

Miryam juga meminta uang Rp 5 miliar kepada Irman yang disebut untuk kepentingan operasional Komisi II. Uang tersebut disebut jaksa pada KPK dibagi-bagikan secara bertahap dengan perincian salah satunya untuk 4 orang pimpinan Komisi II yakni Chairuman Harahap, Ganjar Pranowo, Teguh Juwarno dan Taufik Effendi masing-masing sejumlah USD 25.000.

Menurut Miryam, keterangan tersebut dibuat karena Miryam merasa terancam oleh perkataan penyidik KPK.

“Diancam pakai kata-kata, Pak, boleh izinkan saya bicara? Jadi waktu saya dipanggil 3 orang, Novel, Pak Damanik, satu lagi lupa, saya baru duduk, dia sudah bilang, ‘Ibu tahun 2010 itu mestinya sudah saya tangkap’,” ujar Miryam waktu itu.

Share This: