KPK Tetapkan Tersangka Dari Kementerian ESDM

_

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan salah satu Pegawai Negeri di Kementerian ESDM, terkait kasus korupsi kegiatan sosialisasi, sepeda sehat, dan perawatan gedung di Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM.

Tersangka berinisial SU adalah koordinator kegiatan pada satuan kerja Sekjen Kementerian ESDM. Bersama-sama Sekertaris Jendral ESDM  tahun 2006-2013 Waryono Karno, SU diduga melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri orang lain atau korporasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara dalam kegiatan.

“KPK menetapkan SU (Sri Utami), PNS di Kementerian ESDM, sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan TPK, terkait sejumlah kegiatan fiktif di Sekretariat Jenderal di kementerian ESDM tahun anggaran 2012 ,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Sosialisasi kegiatan sektor ESDM mengenai BBM bersubsidi, antara lain dengan melaksanakan kegiatan sepeda sehat, dalam rangka sosialisai hemat energi tahun 2010, dan kegiatan perawatan kantor Setjen ESDM tahun anggaran 2012.

“Dirinya diduga mengatur pengadaan dan menerima komisi sehingga diduga kerugian keuangan nengara sekitar Rp11 Miliar,” kata Febri.

Selain SU, sebelumnya  sudah ada dua orang Kementerian ESDM yang telah diproses, yakni Menteri Jero Wacik yang divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsidair enam bulan kurungan. Dalam kasasi di Mahkamah Agung, hukumannya ditambah berupa kewajiban mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp 5.073.031.442 subsider 2 tahun penjara.

Tersangka lain adalah Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karno, yang kemudian divonis enam tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Atas perbuatannya SU disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 atau 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah kedalam UU No. 20 Tahun 2001 J.o pasal 55 ayat 1 (1) KUHP,” tukasnya.

Share This: