Lampung Diusulkan Sebagai Ibukota RI Yang Baru.

_

Dengan jumlah penduduk yang telah mencapai 11 juta jiwa dan masyarakat komuter yang mencapai 3 juta jiwa per hari, Jakarta dinilai sudah terlalu padat, dan tidak cocok lagi mengemban sebagai ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Wacana pemindahan ibukota ke tempat yang baru sempat menghangat, dan Presiden Joko Widodo telah meminta agar ada kajian khusus untuk menentukan kota yang akan dijadikan ibukota baru pengganti Jakarta.

Sudah beberapa kota mengajukan dengan argumentasinya masing-masing, namun sampai saat ini pemerintah belum memutuskan.

Terkait dengan wacana pemindahan ibukota, Komite I DPD RI menerima audiensi dari tokoh masyarakat Lampung terkait penyampaian kajian mengenai Lampung sebagai calon ibu kota baru. Kalangan akademisi, aktivis, dan tokoh masyarakat untuk Lampung mengusulkan agar Lampung dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan ibu kota yang baru.

Dalam pertemuan yang dilakukan hari Rabu (11/10), Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam mengatakan akan mempelajari hasil kajian tersebut. Menurutnya, rencana pemindahan ibu kota oleh pemerintah Joko Widodo menjadi sebuah wacana yang harus ditangkap daerah. Setiap daerah yang ingin mencalonkan sebagai ibu kota yang baru harus mampu menunjukkan keunggulannya dalam kompetisi sebagai calon ibu kota pusat pemerintahan Republik Indonesia.

“Dalam kompetisi pencalonan ibu kota baru dengan provinsi lain harus ada keunggulan yang menunjukkan Lampung itu hebat,” kata Muqowam.

Ia berpesan, setiap daerah yang menginginkan menjadi calon ibu kota harus berupaya untuk memajukan daerahnya melalui road map pembangunan yang jelas. Perencanaan pembangunan yang membuat seuatu daerah layak untuk dijadikan ibu kota harus dipenuhi, jangan hanya berakhir pada sebuah kajian dan rencana.

“Antara potensi menjadi realita itu perlu komitmen. Daerah itu harus ada komitmen, itu yang penting. Segala sesuatu yang berkaitan dengan material dan policy harus disiapkan. Karena kalau cuma komitmen saja, belum cukup,” ucap Senator dari Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Senator dari Provinsi Lampung, Andi Surya mengatakan, provinsi Lampung sangat ideal untuk menjadi ibu kota pusat pemerintahan yang baru. Lampung mengalami kemajuan yang pesat di bidang pembangunan dan masyarakat.

“Kalau melihat dari kajian-kajian itu besar kemungkinan Lampung menjadi sebuah simbol pemerintah pusat yang memberikan poin tersendiri. Lampung juga memberikan alternatif yang berbeda dibanding provinsi lain,” ucapnya.

Inisiator kajian Lampung sebagai calon ibu kota baru, Andi Desfiandi, mengatakan bahwa Lampung memiliki sumber daya dan kesiapan berbagai indikator untuk menjadi ibu kota negara.

Dari hasil kajian di bidang ekonomi, infrastruktur, telekomunikasi, geopolitik, geografi, atau sosial budaya, Lampung diyakini menjadi daerah yang layak sebagai pilihan utama untuk rencana pemindahan ibu kota pusat pemerintahan Republik Indonesia. (*)

Share This: