Lola Amaria: Penting Mengadakan Pekan Film di Eropa Timur

_

Selama 6 hari beberapa film Indonesia diputar di dua kota di Kroasia, yakni di kota Zagreb dan Split. Pemutaran film terkait dengan pelaksanaan Indonesia Movie Week (IMW) atau Pekan Film Indonesia di Kroasia, yang bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Kroasia.

Fuln-film yang diputar adalah Labuhan Hati, Gending Sriwijaya, Sunya dan Kisah Tiga Titik. Sutradara film Labuhan Hati Lola Amaria, sutradara film Sunya Harry Dagoe Suharyadi, Slamet Rahardjo Djarot, produser Gending Sriwijaya Doni Ramadhan. dan  4 wartawan film dari Indonesia, masing-masing dari Tabloid Kabarfilm.com, Expose Indonesia,com, balaikita.com, SCTV dan All Film.

“Film merupakan media yang sangat ampuh untuk memperkenalkan Indonesia di sini. Kami pernah memperkenalkan Indonesia melalui kegiatan budaya, kuliner dan kesenian. Melalui film kami berharap masyarakat Kroasia akan lebih mengenal Indonesia,” kata Widjoseno Sastroamidjojo, Konselor bidang ekonomi KBRI Zagreb kepada balaikita, ketika bertemu di kota Makarska Kroasia, Rabu (7/) waktu setempat.

Dalam wawancara khusus dengan balaikita di Split, Kroasia, sutradara dan produser film Lola Amaria menilai penyelenggaraan IMW sangat penting karena ternyata masyarakat Kroasia pada umumnya tidak mengenal Indonesia.

“Ternyata banyak orang Kroasia tidak tahu Indonesia. Setelah menonton film dan saya jelaskan, mereka baru tahu negara kita besar, dan mereka kaget ketika diberitahu jumlah penduduk kita 250 juta. Mereka kaget, gimana mengurusnya?” kata Lola.

^Jadi hal-hal yang mereka tidak tahu jadi tahu setelah kita jelaskan. Di Split penonton juga lebih apresiatif,” tambahnya.

Menyelenggarakan Pekan Film di Kroasia menjadi pentung menurut Loka, karena jika diadakan di negara-negara Eropa Barat seperti Perancis, Inggris, Belanda, Italia atau Jerman, sudah biasa, dan mahasiswa Indonesia banyak di sana. Jadi tidak terlalu istimewa.

“Tapi kalau negara-negara Balkan, menarik. Mungkin berikutnya tidak hanya Kroasia, mungkin Serbia, Bosnia Herzegovina, dan Kosovo. Itu kan satu grup bekas Yugoslavia. Karena Yugo punya kedekatan dengan Indonesia sejak masa Soekarno, Soeharto,” papar Lola.

Menurutnya, wilayah itu perlu kita tahu. Seperti apa Kroasia, makanannya, orang-orangnya, atau kulturnya, Walau pun bagian dsri Eropa, tetapi berbeda dengan Eropa Barat.

“Ke depannya mungkin ke Hungaria, Bulgaria atau negara-negara Eropa Timur lainnya. Jadi negara-negara itu yang perlu di follow-up, bukan negara-negara mainstream dari Eropa Barat yang sering mengadakan pekan film di Indonesia,” kata Lola, seraya berharap je depannya pelaksanaan kegiatan semacam ini dipersiapkan dengan lebih baik.

Share This: