Lola Amaria Berharap Dukungan Kementerian Pariwisata Untuk Filmnya

Lola Amaria (Foto: HW)
_

Artis dan sutradara film Lola Amaria baru saja menyelesaikan film terbarunya berjudul Labuhan Hati. Film yang  diangkat dari skenario Titin Wattimena dan dibintangi oleh Nadine Candrawinata, Raymond J Tungka, Kelly Tandiono dan Ully Triani ini mengambil lokasi syuting di Nusa Tenggara Timur, khususnya di kawasan Labuhan Bajo, Manggarai, NTT.

Sebagian besar pengambilan gambar dilakukan di pantai-pantai yang indah di Flores, terutama di kawasan Taman Nasional Komodo dan Labuhan Bajo, yang memperlihatkan keindahan pantai dan bawah laut di Taman Nasional Komodo.

Syuting menggunakan kamera terbaru keluaran merek terkenal, membuat gambar-gambar yang dihasilkan sangat indah. Terlebih adegan di bawah laut, yang menampilkan keindahan bawah laut Taman Nasional Komodo yang sangat memukau. Tidak berlebihan jika pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata mengapresiasi film ini, dan membantu meringankan beban yang ditanggung Lola dan timnya. Namun harapan Lola tidak sepenuhnya terkabul.

“Saya sudah datang ke Kementerian, menjelaskan tentang tujuan pembuatan film ini dan pengambilan gambar yang memang menampilkan spot-spot wisata di Labuhan Bajo, dengan harapan Kementerian bisa membantu saya. Tetapi mereka tidak dapat membantu banyak, saya hanya dibantu sedikit untuk promosi,” kata Lola usai pemutaran sountrack dan trailer film “Labuhan Hati” di sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Menurut Lola, dirinya sudah berusaha meyakinkan pihak kementerian dan menyerahkan filmnya untuk dijadikan materi promosi pariwisata Taman Nasional Labuan Bajo dan sekitarnya, karena pemerintah sedang giat mempromosikan pariwisata di berbagai daerah di Indonesia, terutama Labuan Bajo.

“Saya sudah menjelaskan panang lebar, tapi mereka nampaknya tidak tergugah. Mungkin kalau soal anggaran sudah ada aturannya ya. Jauh-jauh hari sudah diatur ini untuk apa, itu untuk apa. Tapi saya sih masih mengharapkan bantuan dari Kementerian Pariwisata,” tambah Lola disampingi Nadine Chandrawinta, Raymond J Tungka dan penulis lagu “Butiran Angin” — yang dijadikan soundtrack film Labuhan Hati —  Mondo Gascoro.

Film “Labuan Hati” mengisahkan tentang tiga orang perempuan yang memiliki problem masing-masing, menenangkan diri di Labuan Bajo. Di sana mereka bertemu dengan Mahesa, seorang instruktur selam (diving). Dalam waktu singkat ketiga wanita itu terlibat dalam pertemanan, persahabatan dan perang dingin. Masing-masing ingin terlihat menjadi yang terbaik di mata Mahesa.

Share This: