Lomba “Curhat” Untuk Anak Penyandang Disabilitas

_

Setiap anak memiliki hak partisipasi di berbagai kegiatan, termasuk anak penyandang disabilitas. Terkait dengan hal itu, Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KPPA) menggelar Suara Anak Penyandang Disabilitas dengan tema “Dengarkan Curhatan Kami”. 

Suara Anak Penyandang Disabilitas yang dituangkan dalam bentuk tulisan, dengan peserta anak-anak penyandang disabilitas, yang terbagi dalam 5 kategori, yaitu : Disabilitas Fisik, Disabilitas Intelektual, Disabilitas Mental, Disabilitas Sensorik dan Disabilitas Ganda/Multi, dengan usia peserta adalah sebe|um 18 tahun, dan khusus untuk anak penyandang disabilitas intelektual boleh sampai dibawah usia 25 tahun.

“Anak penyandang disabilitas memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya tentang apa yang dirasakan dan harapan-harapannya sebagaimana diamanatkan Pasal 24 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” kata Deputi Perlindungan Anak KPPA Nahar SH MSi, dalam jumpa pers di kantor KPPA, Rabu (11/4/2019).

Jumpa pers juga dihadiri oleh Direktur Hana Midori, Yen Sinaringati, Juri Lomba Rina Prasarani dan Kepala Bidang Perlindungan Anak Penyandang Disabilitas dan Psikososial, Indrawati.

Menurut Nahar, Negara, Pemerintah, dan Pemerintah Daerah menjamin Anak untuk mempergunakan haknya daiam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan Anak.

Hak anak penyandang disabilitas juga dijamin dalam Konvensi Hak-hak Penyandang Disabihtas serta Undang-undang Republik Indonesia No 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Mengingat pentingnya negara untuk mendengarkan pendapat anak penyandang disabilitas, maka perlu dilakukan usaha atau kegiatan yang dapat menampung suara mereka. Salah satu usaha yang perlu segera dilakukan adalah dengan memfasilitasi
kegiatan Suara Anak Penyandang Disabilitas yang diharapkan bisa menjadi media penyampaian pendapat anak.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Deputi Bidang Perlindungan Anak bekerjasama dengan Musik Hana Midori.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat akan meningkat dan Iebih memahami bahwa anak penyandang disabilitas memi|iki hak dan kesempatan yang sama dalam mengembangkan kemampuannya agar mereka bisa hidup bermartabat seperti anak-anak non disabilitas.

Suara Anak Penyandang Disabilitas yang dituangkan dalam bentuk tulisan, dengan peserta anak-anak penyandang disabilitas, yang terbagi dalam 5 kategori, yaitu : Disabilitas Fisik, Disabilitas Intelektual, Disabilitas Mental, Disabilitas Sensorik dan Disabilitas Ganda/Multi, dengan usia peserta adalah sebe|um 18 tahun, dan khusus untuk anak penyandang disabilitas intelektual boleh sampai dibawah usia 25 tahun.

Peserta bebas memilih subtema dan menceritakan apa yang mereka alami dan harapan apa yang mereka inginkan di masyarakat, dengan panjang tulisan 750 kata.

“Pengumpulan materi naskah bisa dilakukan mulai 8 April sampai batas akhir 8 Juni 2019. Bisa dikirim melalui email suaraanakdisabilitas@gmail.com. Kegiatan ini tidak dipungut biaya,” kata Yen Sinaringati.

Share This: