“London Love Story 3”, Penghujung Kisah Romantis Dave dan Caramel

_

Kisah cinta Dave (Dimas Anggara)  dan Caramel (Michelle Ziudith)  awal kemunculannya memang sempat mencuri perhatian.  Ini dibuktikan dengan pencapaian penonton di atas 1 juta di film London Love Story 1. Namun sayang di London Love Story 2 film ini hanya mampu meraup penonton sebanyak 862.874, angka tersebut sedikit lebih kurang jika dibandingkan dengan prekuel sebelumnya.

Di awal bulan Februari tahun ini,  Screenplay kembali menyajikan kisah keduanya di sekuel London Love Story 3.

Kisah berawal dengan adegan berhasilnya Caramel menyelesaikan kuliahnya di London.  Dave yang semakin mencintai Caramel berniat untuk melamarnya menjadi pendamping hidupnya.  Dave membawa caramel ke suatu tempat romantis yang mengingatkan mereka tentang awal pertama kali mereka bertemu,  tetapi bedanya ini berlokasi di London,  Inggris.

Beberapa adegan flashback dari prekuel film sebelumnya ditampilkan untuk mengembalikan memori penonton.

Mereka pun memutuskan pulang ke Indonesia dan mengabarkan khabar gembira ini kepada keluarga Caramel, sekaligus menjalani liburan di Bali.

Cerita mengalir secara sederhana, diisi adegan romantis versi Dave dan Caramel, disini penonton dimanjakan dengan  memperlihatkan beberapa spot keindahan Bali.  Seperti keindahan danau Beratan di Bedugul,  Echo Beach yang memperlihatkan Dave berselancar di sana,  dan banyak spot-spot menarik lainnya yang mencuri perhatian.

Hari pertama mereka lewatkan di Bali,  tiba-tiba muncul sosok seorang cowo yang konyol bernama Rio (Derby Romero).  Caramel merasa terganggu dengan kehadiran sosok Rio.   Di setiap moment mereka berdua sosok ini selalu muncul,  hingga Caramel merasa yakin bahwa sosok Rio ini merupakan cowok modus yang selalu berusaha mengganggu dirinya.

Namun ternyata Rio menyimpan masa lalu dan mempunyai kepentingan khusus untuk mencari Caramel. Meski sedikit membingungkan tiba-tiba Rio selalu muncul di setiap moment kebersamaan mereka di Bali.

Selesai berurusan dengan Rio,  tak lama merasakan kebahagiaan, sebuah kecelakaan merenggutnya.  Caramelpun menderita kelumpuhan karena kecelakaan tersebut.

Mengetahui kenyataan bahwa kakinya tak lagi bisa digerakkan, Caramel begitu sedih dan meminta Dave segera meninggalkannya.

“Kenapa Tuhan cuman ambil kedua kaki aku. Kenapa Tuhan enggak ambil nyawaku sekalian,” ujar Caramel putus asa.

Namun Dave sangat mencintai Caramel dan ingin calon istrinya itu sembuh.

Beberapa adegan setelah Caramel dan Dave kecelakaan cukup mengurai air mata,  namun sayangnya cerita mengalir membosankan dan terkesan lebay.  Dimana beberapa scene memperlihatkan rasa keterpurukan dari Caramel yang berusaha keluar dari ketidak berdayaannya.

Sosok Rio kembali muncul sebagai seorang dokter ahli tulang yang menangani Caramel secara khusus. Suatu kebetulan yang tidak disengaja,  namun mengesankan hanya seperti tokoh yang dipaksakan muncul.  Entahlah,  untungnya Rio cukup berhasil membawa cerita menjadi sedikit lebih berwarna, dengan akting Derby yang lumayan.

Kemunculan dokter kepala yang cantik (Amanda Rawles) pun hanya muncul sebagai karakter tambahan di film ini. Sosok Amanda agak kurang pas memerankannya,  karena sebagai sosok dokter kepala wajah Amanda masih terlihat kurang dewasa.

Chemistry antara Dimas Anggara dan Michelle Ziudith memang cukup berhasil disini. Hanya akting Dimas dirasakan masih kurang maksimal,  beberapa percakapan romantis antara Dave dan Caramel terlihat kurang natural. Namun hal itu tertutupi dengan akting Michelle yang cukup berhasil masuk ke dalam sosok Caramel.

Begitulah, singkat kata secara tiba-tiba Caramel mendapat keajaiban dan akhirnya kembali melangsungkan niat mereka sebelumnya untuk menjadi pasangan selamanya dengan ikatan pernikahan.

Tidak banyak tokoh yang muncul di film London Love Story 3 ini, selain diajak baper karena keromantisan pasangan ini di awal dan akhir cerita juga sedikit disisipi humor dengan akting Ramzy yang muncul hanya sebagai pembuka dan penutup film ini.

Seperti kebanyakan film drama romantis tanah air,  film ini dari sisi cerita tak banyak menghadirkan konflik sebagai bumbu dari film drama biasanya.  Cerita mengalir secara sederhana dan mudah ditebak,  sehingga penonton tak perlu berfikir keras tentang kejadian apa selanjutnya dari film ini. Seakan tahu akan rasa bosan penonton,  cerita akhirnya buru-buru diselesaikan dengan kesembuhan Caramel dari kelumpuhannya.

Formula cerita yang digunakan di London Love Story 2 kembali di tampilkan di film ini memang tak sepenuhnya berubah menjadi film dengan konten yang berbeda dan dewasa yang seharusnya lebih di tonjolkan disini. Namun setidaknya dari sisi sinematografi film ini cukup berhasil menampilkan kualitas gambar yang bagus.

London Love Story 3 tetap diisi dengan dialog-dialog romantis yang ajaib dan tutur kata yang tidak beda tipis dari prekuel sebelumnya. Namun tidak seperti sebelum London Love Story sebelumnya pada kali ini dialog romantisasi hiperbola yang terkadang tidak sanggup untuk didengar hanya sekali-sekali ditampilkan. Syukurlah.

Meskipun dasar cerita dalam film London Love Story 3 seharusnya diisi dengan tahapan yang lebih matang dalam menjalin hubungan tetapi casingnya masih dirasakan kekanakan.

Akankah London Love Story 3 akan berhasil kembali mendapat pencapaian seperti film sebelumnya?  Film ini akan tayang di awal bulan Februari 2018. (Dewi)

Share This: