MA Kabulkan PK KCI Dalam Sengketa Melawan Inul.

Photo: Herman Wijaya
_

Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) berhasil memenangkan perkara melawan gerai karaoke Inul Vista Manado, setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan KCI. Putusan PK MA keluar pada tanggal 19 Oktober 2016, melalui sidang di tingkat PK dengan ketua majelis I Gusti Agung Sumanatha.

Putusan MA No.122 PK/Pdt.Sus-HaKi/20/201 memutuskan PT. Vista Pratama sebagai pemilik Inul Vizta Manado dinyatakan bersalah telah melakukan pelanggaran hak cipta, dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp.15.840.000 kepada KCI.

“Dengan dikabulkannya permohonan PK KCI atas Kasasi PT Vizta Pratama milik penyanyi Inul Daratista, diharapkan dapat menjadi contoh baik bagi bisnis sejenis, yang melakukan pelanggaran sejenis. Dalam istilah hukumnya disebut yurisprudensi. Putusan ini telah memiliki kekuatan hukum tetap, tinggal dieksekusi,” kata Kuasa Hukum KCI, Denny Kaunang, SH di Jakarta, Sabtu (14/01/2017) yang didampingi oleh Ketua Badan Pembina KCI Enteng Tanamal, penyanyi Lisa A Riyanto dan Sekjen KCI Tedjo Baskoro, SH.

Gugatan hukum terhadap PT Vizta Pramata bermula dari penemuan KCI atas pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh karaoke Inul Vizta di Manado, sejak tahun 2015. Dalam beberapa tahap pengadilan, mulai dari Pengadilan Negeri hingga tingkat Kasasi di MA, Inul Daratista menang.

Inul Vizta sendiri menurut Enteng pada awalnya patuh membayar royalty atas pemakaian lagu-lagu yang didaftarkan ke KCI. Tapi pada tahun berikutnya Inul tidak memperpanjang kontrak pemakaian lagu ke KCI, dan dinilai telah melakukan pelanggaran hak cipta. Oleh karena itu Inul dilaporkan ke pihak berwajib.

“Pembuatan perpanjangan kontrak pemakaian lagu memang harus dilakukan tiap tahun, berkaitan dengan pasang surut bisnis karaoke itu sendiri. “Jika pada tahun berikutnya kamar karaoke bertambah, pengutipan rolyalti lagu juga bertambah. Tapi jika karaoke rugi atau tutup, pihak KCI tidak menarik royalty,” tambah Ketua Badan Pembina KCI, Hein Enteng Tanamal.

Menurut Enteng, sebenarnya sudah terjadi perdamaian antara Inul dan KCI. Tetapi Kuasa Hukum Inul, Hotman Paris Hutapea melakukan kasasi. “Tentu kita tidak bisa diam dong. Dan ternyata walau dalam kasasi kita kalah, PK kita dikabulkan,” kata Enteng.

Inul Vizta merupakan pemilik jaringan karaoke terbesar di Indonesia. Saat ini setidaknya ada 100 outlet yang dimiliki. Beberapa penyanyi lain seperti Rossa, Ahmad Dhani, Maya Estianti, Vina Panduwinata dan Anang Hermansyah mengikuti jejaknya membuka gerai karaoke.

Penulis  : Herman Wijaya

Foto      : Herman Wijaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share This: