Mainan Kayu Tradisional Ini Belum Kehilangan Tajinya

_

Mainan mobil kayu memang sudah jarang di gandrungi banyak anak-anak. Namun mainan ini belum kehilangan tajinya sebagai mainan tradisional.

Salah satu diantara dua pedagang mainan kayu yang masih bertahan di Jakarta hingga kini ialah Sukma, ia merupakan pedagang yang meneruskan usaha turun temurun berjualan mainan kayu.

“Dulu abang saya yang jualan dari tahun 70an sampai sekarang saya yang lanjutin. Saya mulai lanjutin usaha tahun 90an,” ujarnya saat di temui di kiosnya samping Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Baginya jualan mainan kayu tidaklah sulit karena ia tinggal menjual mainan kayu yang di produksi di Karawang dan Lampung. Kendala yang dialaminya hanya hujan, karena mainan kayu sangat rentan terhadap air maupun air hujan.

” Jual mainan gini si gak ada kendala, gak rugi juga, soalnya ini kan bukan makanan yang bisa basi cuma kalo hujan doang jadi mainan yang di pajang harus buru-buru di masukin biar kayunya tetap awet,” jelasnya.

Saat balaikita.com bertanya mengenai keuntungan, ia langsung menunjukan buku rekap hasil penjualan yang disodorkan. Ia menuliskan setiap barang yang dibeli. Tampaknya mainan ini banyak di gandrungi pembeli di awal bulan.

” Kalo untung si gak nentu, tapi ini liat aja pembeli tiap harinya adak satu atau dua, biasanya rameh pembeli di awal bulan. Kebanyakan si Bapak-bapak yang lewat terus berhenti beli buat anaknya,” katanya.

Kisaran harga mainan kayu tersebut mulai dari harga 45 ribu hingga 450 ribu. Seperti bajaj dihargai 45 ribu, truk kecil 125 ribu, truk sedang 200, truk besar 450 ribu, kereta kecil 225 ribu sampai 250 ribu.

Share This: