Mantan Dirut BEI Tito Sulistio: “Pejabat Perekonomian, Temuilah Pelaku Pasar Keuangan!”

DR. Tito Sulistio (Foto: investing.com)
_

Nasib Rupiah yang terus merosot dalam beberapa hari terakhir ini, cukup membuat khawatir banyak pihak, walau kondisi perekonomian Indonesia sangat berbeda dibandingkan tahun 1997 – 1998.

Salah seorang yang ikut perduli dengan kondisi Rupiah saat ini adalah Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) DR Tito Sulistio. Yang perlu dilakuan oleh pejabat moneter Indonesia saat ini menurut Tito adalah, bersikap rendah hati, turun ke bawah, sowan dengan para pelaku keuangan. Berikut, pendapat Tito.

Maaf sekali, nikai tukar rupiah, dengan segala hormat, jika pendekatannya melulu menyalahkan penyebab, secara akademis ( apalagi para pejabat perekonomian mempunyai mazhab ekonomi yang berbeda), atau berbicara panjang soal faktor produksi… saya berpendapat Republik ini akan susah.

Semua percaya angka ekonomi kita tidak jelek, dasar basic Negara ini kuat, politik relatif stabil, tapi kenapa kita selalu mengaku punya dependensi besar atau menyalahkan ekonomi global.

Pasar bereaksi tidak hanya secara fundamental, bahkan kadang bergerak liar karena persepsi. Mari tanyakan kepada para pengambil keputusan fiskal & moneter. Kapan terakhir kali mereka keliling menemui pelaku pasar, Fund manager, Pengelola dana di pasar, Analis, S&P, MSCI, tokoh pelaju keuangan dunia?

Menemui dalam arti kata datang kekantornya secara humble, tapi dengan charming mengconvince mereka tentang Republik ini. Datang secara rutin dan meyakinkan. Bukan datang setahun sekali dengan sombong, lalu hanya mengundang para analis menghadap ke hotel.

Republik memerlukan seorang tokoh moneter yang secara meyakinkan dengan humble bisa berbicara terbuka ke pasar bahwa rupiah tidak selemah yang mereka pikirkan. Republik perlu mempunyai seorang tokoh fiskal yang secara charming bisa meyakinkan pasar bahwa APBN kita akan mampu dengan ringan dan sehat melewati masa krisis 2-3 tahun kedepan.

Berbicara secara meyakinkan, buang arogansi birokrasi apalagi arogansi intelektual ( pasar tidak suka itu), apalagi membandingkan kehebatan negara dibanding negara lain.

Memperbaiki persepsl tentang Indonesia yang lebih baik dari yang mereka tau, lebih baik dimasa depan ( please para pimpinan ekonomi jangan bicara masa depan yang lebih buruk), bicara dengan hati dan secara rutin.

Saya sering bertemu para pelaku pasar keuangan yang bilang : yang kami dengar tentang Indonesia biasanya hanya mengenai bencana alam, demonstrasi, terorisme…kemana saja para pengambil keputusan monter & fiskal…. please, please, please keliling, kerja lapangan, datangin pelaku pasar tanpa kesombongab, yakinkan mereka bahwa Rupiah is not as weak as you thought , convince pelaku pasar bahwa APBN will be able to pass the crisis !!

Bahwa Republik ini mampu memanage APBN 2-3 tahun kedepan. Maaf kita harus berbicara solusi secepatnya, jangan menyalahkan penyebab…. memperbaiki persepsi tentang negara secara technical… ke depan saya setuju bahwa mungkin Republik ini perlu mempunyai satu teori ekonomi baru, yang memaksimalkan competitive advantage yang Indonesia miliki, bukan teori ekonomi yangĀ  consumerism, feodalism apalagi hedonism. (DR. Tito Sulistio)

Share This: