Masalah Tata Edar Masih Jadi Ganjalan Bagi Industri Film di Indonesia

_

Masalah tata edar film di Indonesia sampai saat ini masih jadi ganjalan bagi perkembangan industri film di Indonesia. Undang-undang perfilman yang tidak pernah bisa diterapkan karena Peraturan Pemerintah (PP) yang tidak pernah lahir, menyebabkan sengkarut tak kunjung usai.

H. Firman Bintang (kiri) dengan Kepala Pusbang Film, DR Maman Wijaya. (HW)

Produser film H. Firman Bintang dalam wawancara khusus dengan balaikita.com dan channel youtube Matta Bento, pekan lalu mengungkapkan, ada pihak-pihak yang keberatan dengan lahirnya PP tata edar. Karena dengan lahirnya PP Tata Edar, akan ada kepentingan yang terganggu.

“Pernah kita diundang untuk membahas draf PP Tata Edar yang dibuat oleh Alex Sihar (Pengurus Badan Perfilman Indonesia, BPI). Waktu itu kami tidak setuju. Siapa Alex Sihar? Atas perintah siapa dia membuat draf PP itu?” kata Firman ketika ditemui di kantornya.

Menurut Firman, mayoritas yang hadir dalam pertemuan tersebut setuju pembahasan draf PP Tata Edar ditunda. Bahkan Ketua BPI Ir. Chand Parwez Servia menduga draf PP yang dibuat oleh Alex Sihar merupakan inisitif pribadi.

Setelah pembahasan draf PP ditunda, Firman Bintang memghubungi Alex Sihar, minta untuk bertemu. Dalam pertemuan dengannya Alex Sihar menjelaskan bahwa pembuatan PP dan uji publik yang akan dilakukannya merupakan permintaan Ketua BPI, Ir Chand Parwez Servia, dan dibiayai oleh Pusbang Film.

“Waktu ketemu Alex Sihar seperti marah. Dia menyangkal pembuatan PP dan uji publik yang akan dilakukan atas inisiatif pribadi. Menurutnya, dia justru diminta oleh Ketua BPI. Anehnya waktu kita rapat, baik Parwez maupun Pusbang tidak ngomong kalau meminta Alex Sihar membuat draf PP,” tandas Firman.

Pemilik PT BIC Production ini menambahkan, selama ini memang ada yang diuntungkan dengan kondisi perfilman saat ini, meski pun banyak yang dirugikan, terutama produser kecil.

“Sampai saat ini masih ada produser yang tidak dapat tanggal, bahkan cuma dapat layar 15. Tetapi kalau Parwez, belum jadi pun filmnya udah dapat tanggal. Tiap bulan ada film dia. Bahkan untuk lebaran tahun 2019, dia sudah dapat tanggal. Kalau tidak percaya, coba saja cek,” katanya.

Firman Bintang berharap pihak bioskop bersikap adil, dan pemerintah mau serius menangani masalah tata edar di Indonesia. Sebab banyak produser atau sineas baru yang ingin membuat film, tetapi mereka selalu khawatir dengan nasib filmnya kelak.

Share This: